Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK KLINIS DAN DIAGNOSIS SITOLOGI PASIEN DENGAN NODUL TIROID YANG DILAKUKAN PEMERIKSAAN FINE NEEDLE ASPIRATION BIOPSY (FNAB) DI INSTALASI PATOLOGI ANATOMI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 I Gusti Putu Dado Armawan; Ni Putu Ekawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FNAB pada nodul tiroid bertujuan mengarahkan tatalaksana pasien dengan menyeleksi individu-individu yang dicurigai mengalami keganasan dari kelompok besar pasien dengan nodul jinak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik klinis dan diagnosis sitologi pasien nodul tiroid yang dilakukan pemeriksaan FNAB di instalasi patologi anatomi RSUP Sanglah Denpasar tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif cross-sectional. Subjek penelitian diambil dari rekam medis pasien nodul tiroid yang ada di instalasi patologi anatomi RSUP Sanglah Denpasar periode Januari-Desember 2015. Data diambil secara total sampling. Dari 332 sampel didapatkan proporsi nodul tiroid pada perempuan sebesar 78% dan laki-laki 22%. Lebih sering terjadi pada rentang usia 40-49 tahun (31,9%) pada perempuan maupun laki-laki. Ukuran nodul <5cm lebih sering ditemukan (75,9%). Diagnosis klinis nodul tiroid yang paling sering ditemukan adalah goiter tiroid (53,9%). Sebanyak 284 sampel diagnosis tunggal FNAB dikelompokkan berdasarkan kriteria TBSRTC: I. Nondiagnostic atau tidak memuaskan (unsatisfactory) 1,8%; II. Jinak 59,5%; III. Atypia of undetermined significance atau lesi folikuler dari undetermined significance 0,4%; IV. Neoplasma folikuler atau curiga neoplasma folikuler 33,8%; V. Curiga keganasan 2,5%; dan VI. Ganas 2,1%. Sedangkan pada diagnosis jamak ditemukan neoplasma folikuler dan nodul koloid 46,2%; nodul koloid dan tiroiditis 23,1%; karsinoma papiler dan nodul koloid 15,4%; serta nodul koloid dan hiperplasia folikuler 15,4% dari 13 sampel. Kata kunci : karakteristik, sitologi, nodul tiroid
KARAKTERISTIK KLINIS DAN DIAGNOSIS SITOLOGI PASIEN DENGAN NODUL TIROID YANG DILAKUKAN PEMERIKSAAN FINE NEEDLE ASPIRATION BIOPSY (FNAB) DI INSTALASI PATOLOGI ANATOMI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 I Gusti Putu Dado Armawan; Ni Putu Ekawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak FNAB pada nodul tiroid bertujuan mengarahkan tatalaksana pasien dengan menyeleksi individu-individu yang dicurigai mengalami keganasan dari kelompok besar pasien dengan nodul jinak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik klinis dan diagnosis sitologi pasien nodul tiroid yang dilakukan pemeriksaan FNAB di instalasi patologi anatomi RSUP Sanglah Denpasar tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif cross-sectional. Subjek penelitian diambil dari rekam medis pasien nodul tiroid yang ada di instalasi patologi anatomi RSUP Sanglah Denpasar periode Januari-Desember 2015. Data diambil secara total sampling. Dari 332 sampel didapatkan proporsi nodul tiroid pada perempuan sebesar 78% dan laki-laki 22%. Lebih sering terjadi pada rentang usia 40-49 tahun (31,9%) pada perempuan maupun laki-laki. Ukuran nodul <5cm lebih sering ditemukan (75,9%). Diagnosis klinis nodul tiroid yang paling sering ditemukan adalah goiter tiroid (53,9%). Sebanyak 284 sampel diagnosis tunggal FNAB dikelompokkan berdasarkan kriteria TBSRTC: I. Nondiagnostic atau tidak memuaskan (unsatisfactory) 1,8%; II. Jinak 59,5%; III. Atypia of undetermined significance atau lesi folikuler dari undetermined significance 0,4%; IV. Neoplasma folikuler atau curiga neoplasma folikuler 33,8%; V. Curiga keganasan 2,5%; dan VI. Ganas 2,1%. Sedangkan pada diagnosis jamak ditemukan neoplasma folikuler dan nodul koloid 46,2%; nodul koloid dan tiroiditis 23,1%; karsinoma papiler dan nodul koloid 15,4%; serta nodul koloid dan hiperplasia folikuler 15,4% dari 13 sampel. Kata kunci : karakteristik, sitologi, nodul tiroid
Community empowerment in preventing dental caries through education and routine examinations: Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan karies gigi melalui edukasi dan pemeriksaan rutin Wulan, Komang Rhismala Oktaryanti; Byba Melda Suhita; I Gusti Putu Dado Armawan
Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Vol. 4 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/jcemty.v4i1.700

Abstract

Community empowerment in preventing dental caries is a relevant and strategic approach to improving public oral health. This community service program aimed to enhance community knowledge and promote preventive behaviors through educational interventions and routine dental examinations at a clinic. The implementation method was designed to effectively achieve empowerment and prevention goals by integrating health education with direct health services. Evaluation results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding following the intervention. Prior to the educational session, only 40% of participants correctly answered questions and demonstrated adequate knowledge of basic dental caries prevention. This proportion increased to 85% after the intervention, indicating the effectiveness of the educational approach. Clinical examinations of 50 participants revealed that 18 individuals (36%) had dental caries, with varying severity. The program also demonstrated strong community engagement, as evidenced by active participation and positive responses throughout the activities. The findings suggest that community empowerment through education and routine dental checkups is effective in increasing knowledge, fostering behavioral change, and raising awareness of the importance of maintaining sustainable oral health.