Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI FAUNA LARVA NYAMUK PADA CUBANG DI DESA BESAKIH, KECAMATAN RENDANG, KABUPATEN KARANGASEM Putu Ari Paramitha Widiani; I Made Sudarmaja; I Kadek Swastika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i2.P10

Abstract

Nyamuk berperan sebagai vektor penyakit melalui gigitannya. Keberadaan larva nyamuk pada tempat penampungan air merupakan salah satu cara mengestimasi kepadatan populasi nyamuk dan salah satu faktor risiko penularan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi fauna larva nyamuk pada cubang (tempat penampungan air tradisional) di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif menggunakan studi potong lintang. Sampel cubang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dilihat distribusi larva nyamuk berdasarkan spesies, volume cubang, kedalaman cubang, kedalaman air cubang, keberadaan ikan, dan kondisi cubang. Hasil penelitian menunjukkan dari 23 cubang yang diteliti, terdapat 7 cubang yang positif terdapat larva nyamuk (30,4%). Larva nyamuk yang paling banyak ditemukan pada cubang adalah larva nyamuk Culex sp. Larva nyamuk paling banyak ditemukan pada cubang yang bervolume sedang (71,4%). Berdasarkan kedalaman cubang dan kedalaman air cubang, larva nyamuk hanya ditemukan pada cubang yang memiliki kedalaman dan kedalaman air yang dangkal (100%). Larva nyamuk lebih banyak ditemukan pada cubang yang tidak berisi ikan (71,4%). Larva nyamuk ditemukan pada semua cubang yang terbuka (57,1%) dan pada 3 cubang yang tertutup (42,9%). Kata Kunci : Studi fauna, Larva, Nyamuk, Tempat penampungan air.
Serum Ferritin as a Prognostic Biomarker for Severe Dengue Infection: A Systematic Review and Meta-Analysis Putu Ari Paramitha Widiani; Si Ngurah Oka Putrawan; I Nyoman Windiana
Sriwijaya Journal of Internal Medicine Vol. 3 No. 2 (2026): Sriwijaya Journal of Internal Medicine
Publisher : Phlox Institute: Indonesian Medical Research Organization

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59345/sjim.v3i2.259

Abstract

Introduction: Severe dengue drives mortality and poses critical triage challenges in adult internal medicine. Because standard WHO warning signs often manifest late in the disease course, early and inexpensive laboratory markers for risk stratification are urgently needed. Methods: Following PRISMA 2020 guidelines, we conducted a systematic review and random-effects meta-analysis of adult observational studies comparing serum ferritin between severe and non-severe dengue. Standardised mean differences were pooled as Hedges' g utilizing the DerSimonian-Laird estimator with Hartung-Knapp-Sidik-Jonkman correction. Heterogeneity was quantified using Cochran's Q, I², τ², and 95% prediction intervals. Results: Twelve studies (n=1,479) were qualitatively synthesized; five adult cohorts (n=495) provided continuous data for quantitative meta-analysis. Serum ferritin was significantly elevated in severe dengue, yielding a large pooled effect size (Hedges' g = 1.022; 95% CI 0.494–1.551; p=0.006). Despite substantial between-study heterogeneity (I²=78.1%; 95% PI -0.12 to 2.17), the effect direction remained consistently positive across geographic subgroups (Asia, Latin America) and demonstrated robust stability in leave-one-out sensitivity analyses. Conclusion: Adults with severe dengue demonstrate substantially higher serum ferritin levels than those with non-severe disease. Characterized by a robust effect size across diverse regions, serum ferritin serves as a promising, widely accessible adjunct to existing WHO warning signs, optimizing early risk stratification and clinical triage in resource-constrained tropical settings.