Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN ALASAN LANSIA TIDAK BERPARTISIPASI DALAM POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYANGAN BULAN DESEMBER 2013-JANUARI 2014 Samantha Celena Triadi; Indraguna Pinatih G N; Gede Putra IGN
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.355 KB)

Abstract

Salah satu  indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional berupa survei lapangan. Survei lapangan dilakukan untuk memperoleh data faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi lansia dalam posyandu  lansia di wilayah kerja Puskesmas Payangan Bulan Desember 2013-Januari 2014. Dari 96 responden, yang tidak pernah mengikuti kegiatan posyandu lansia sebesar 37,5%. Alasan lansia tidak berpartisipasi: karena sibuk bekerja atau ada kegiatan lain, karena tidak mendapat informasi mengenai waktu pelaksanaan kegiatan, tidak dapat berjalan jauh, merasa dirinya sehat sehingga tidak perlu datang ke posyandu lansia, malas mengikuti kegiatannya, dan mengatakan dirinya langsung ke RS saja kalau sakit. Sehingga perlunya kerja sama antara pihak pusat kesehatan dan masyarakat dalam meningkatkan layanan posyandu lansia, yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia setempat, sehingga dapat meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia. Kecamatan Payangan serta pihak-pihak terkait diharapkan memperbaiki sistem pencatatan data lansia, sehingga ada data demografi lansia yang lengkap di Kecamatan Payangan, yang memudahkan untuk kegiatan penelitian selanjutnya. Pelaksanaan posyandu lansia hendaknya lebih disosialisasikan, dengan bantuan para kader lansia ataupun perangkat banjar.
Tantangan Diagnosis dan Terapi Pada Pleuritis dengan Haemoptoe: Sebuah Laporan Kasus I Made Bayu Sanjaya Sanjaya; Samantha Celena Triadi; Ancella Soenardi Sudartan; Dieci Zevrianty; Muhammad Arismunandar; Wilson Arthur Zein
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tantangan Diagnosis dan Terapi pada Pleuritis dengan Haemoptoe: Sebuah Laporan Kasus.Pleuritis merupakan inflamasi pada pleura parietalis yang ditandai dengan nyeri pleuritik dan memiliki spektrum etiologi yang luas. Diagnosis pada fase awal sering menantang karena gejala klinis yang tidak spesifik, sedangkan penatalaksanaan memerlukan pendekatan individual sesuai penyebab yang mendasarinya. Artikel ini melaporkan kasus seorang laki-laki berusia 38 tahun dengan keluhan sesak napas, nyeri dada kanan, haemoptoe, dan demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan hemitoraks kanan lebih kecil, gerakan dinding dada kanan tertinggal, perkusi pekak, dan penurunan suara napas pada hemitoraks kanan. Radiografi toraks memperlihatkan deviasi trakea dan mediastinum ke kanan dengan opasitas menyeluruh pada hemitoraks kanan, disertai bercak radioopak pada paru kiri. Ultrasonografi menegaskan adanya efusi pleura kanan dengan volume minimal dan penebalan pleura. Pemeriksaan penunjang diperkuat dengan hasil Tes Cepat Molekuler yang negatif. Kasus ini menyoroti tantangan diagnostik pleuritis karena gambaran klinis dan radiologis dapat menyerupai berbagai etiologi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi klinis yang komprehensif melalui integrasi anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan radiologi untuk menegakkan diagnosis serta menentukan tata laksana yang tepat sesuai penyebab yang mendasarinya