Krisnarendra .
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISTIK PADA PENDERITA KANKER SINONASAL DI RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI – DESEMBER 2014 Krisnarendra .
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.045 KB)

Abstract

Kanker sinonasal adalah tumor rongga hidung dan sinus paranasal pada umumnya jarang terjadi dan mewakili kelompok lesi heterogen pada kepala dan leher. Keganasan daerah ini terjadi sekitar 3% dari semua tumor kepala dan leher dan sekitar 1% di seluruh tubuh. Insiden kanker sinonasal rendah di sebagian besar populasi (<1,5 / 100.000 pada pria dan <1,0 / 100.000 pada wanita). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik penderita kanker sinonasal di Bali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan mengambil sampel dari data rekam medis di Poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar. Karakteristik penderita kanker sinonasal ini dikelompokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, keluhan utama, riwayat paparan, dan stadium penyakit yang didapat dari data rekam medis. Jumlah kasus kanker sinonasal di RSUP Sanglah periode Januari - Desember 2014 ditemukan sebanyak 25 kasus. Kelompok umur pasien penderita kanker sinonasal paling banyak ditemukan pada rentang usia antara 51-60 yaitu 28%, usia 61-70 tahun sebanyak 20%, tidak ditemukan pada umur 0-10 tahun. Jenis kelamin lelaki ditemukan lebih banyak yaitu 60% sedangkan perempuan 40%. Keluhan utama yang ditemukan paling banyak adalah hidung tersumbat, mimisan dan benjolan di hidung. Riwayat paparan merokok sebanyak 8%, merokok dan alkohol 44%, dan tanpa paparan rokok sebesar 48%. Ditinjau dari stadium penyakit, memperlihatkan bahwa penderita kanker sinonasal yang paling banyak yaitu stadium IV sebesar 92% dan stadium III sebesar 8%. Kata kunci: Sinonasal, kanker, karakteristik