Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan perempuan dengan stres kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini didasarkan pada meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja yang diikuti oleh semakin kompleksnya tuntutan pekerjaan. Khususnya di Bali, perempuan tidak hanya menjalankan tanggung jawab profesional di tempat kerja, tetapi juga memiliki peran dalam keluarga serta kewajiban sosial, adat, dan keagamaan yang berpotensi meningkatkan beban kerja dan stres kerja sehingga memengaruhi kinerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian terdiri atas 100 karyawan perempuan di Kota Denpasar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja. Selain itu, beban kerja dan stres kerja terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil pengujian juga membuktikan bahwa stres kerja memediasi secara signifikan hubungan antara beban kerja dan kinerja karyawan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan beban kerja tidak hanya menurunkan kinerja secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan tingkat stres kerja yang dialami karyawan perempuan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkaya kajian manajemen sumber daya manusia mengenai mekanisme hubungan antara beban kerja, stres kerja, dan kinerja karyawan perempuan. Secara praktis, organisasi perlu menerapkan pengelolaan beban kerja yang proporsional, menyediakan dukungan organisasi yang memadai, serta mengembangkan program manajemen stres untuk menjaga kesejahteraan psikologis dan mempertahankan kinerja karyawan perempuan secara berkelanjutan.