This Author published in this journals
All Journal Linguistika
Majid Wajid
Politeknik Negeri Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETIDAKSETARAAN DAN SISTEM KESANTUNAN MASYARAKAT TUTUR JAWA Majid Wajid
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): March 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.55 KB)

Abstract

Bahasa Jawa (BJ) dikenal dengan tingkat tutur ngoko ‘tingkat tutur rendah’ dan basa ‘tingkat tutur tinggi’ dalam istilah lokal. Karena adanya tingkat tutur ngoko dan basa, BJ diidentifikasi dan diklasifikasikan sebagai bahasa yang hidup dalam situasi diglosia dan memungkinkan para penuturnya memperlihatkan keakraban, penghormatan, dan jenjang (hierarki) dengan sesama anggota masyarakat. Penelitian ini menerapkan dengan kritis teori sapaan (Brown & Gilman 1960) untuk menganalisis pola ketidak-setaraan, faktor yang mempengaruhi, dan kesantunan penggunaan tingkat tutur ngoko dan basa BJ.                                                                                                                      Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam komunikasi diadik tak-setara, yakni penggunaan tingkat tutur ngoko dan basa memperlihatkan fenomena alih kode, campur kode, dan fenomena yang mendasar, temuan penelitian ini, adalah fenomena “silang kode”. Ketika dua partisipan tak setara berkomunikasi, yakni partisipan atasan (superior) menggunakan tingkat tutur ngoko dan partisipan bawahan (inferior) menggunakan tingkat tutur basa, fenomena komunikasi tak-setara ini diinterpretasi sebagai komunikasi “silang kode”.       Penggunaan tingkat tutur ngoko dan basa BJ secara asimetris yang melahirkan komunikasi silang kode, dapat disimpulkan diglosia BJ adalah “diglossia par excellence”. Dalam sebuah penelitian penting untuk mengadopsi, mengadaptasi, dan mereinterpretasi teori yang diaplikasikan.