This Author published in this journals
All Journal Linguistika
Majid Wadji
Politeknik Negeri Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SISTEM KESANTUNAN MASYARAKAT TUTUR JAWA Majid Wadji
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): March 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.772 KB)

Abstract

Bahasa Jawa (BJ) dikenal dengan tingkat tutur basa ‘tingkat tutur tinggi’ dan ngoko ‘tingkat tutur rendah’ dalam istilah lokal. Karena adanya tingkat tutur basa dan ngoko, BJ diidentifikasi dan diklasifikasikan sebagai bahasa yang hidup dalam situasi diglosia dan memungkinkan para penuturnya memperlihatkan keakraban, penghormatan, dan jenjang (hierarki) dengan sesama anggota masyarakat. Penelitian ini menerapkan dengan kritis teori sapaan (Brown & Gilman 1960) untuk menganalisis pola, faktor yang mempengaruhi, dan kesantunan penggunaan tingkat tutur BJ.             Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam komunikasi diadik asimetris, yakni penggunaan tingkat tutur basa dan ngoko memperlihatkan fenomena alih kode, campur kode, dan fenomena yang mendasar, temuan penelitian ini, adalah fenomena “silang kode”. Ketika dua partisipan tak setara berkomunikasi, yakni partisipan atasan (superior) menggunakan tingkat tutur ngoko dan partisipan bawahan (inferior) menggunakan tingkat tutur basa, fenomena komunikasi asimetris ini diinterpretasi sebagai komunikasi “silang kode”. Penggunaan kata sapaan kowe ‘kamu’ (T) dan panjenengan ‘Anda’ (V)  dan tingkat tutur ngoko dan basa BJ secara asimetris yang melahirkan komunikasi silang kode, dapat disimpulkan bahwa kata sapaan BJ adalah “genuine terms of address” dan diglosia BJ adalah “diglossia par excellence”. Dalam sebuah penelitian penting untuk mengadopsi, mengadaptasi, dan mereinterpretasi teori yang diaplikasikan.