Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Task Shifting dalam Pendistribusian Obat di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Dandung Ruskar; Mochamat Helmi; IDK Widana; Tjahja Nurrobi; Tugas Ratmono
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.63834

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini menyebabkan surge of capacity termasuk dalam jumlah tenaga kefarmasian. Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran (RSDC WAK) mempunyai kapasitas menampung pasien dengan jumlah yang cukup besar sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam ketersediaan tenaga farmasi. Akibat dari keterbatasan jumlah tenaga farmasi di RSDC WAK membuat Task Shifting dalam pelayanan kefarmasian menjadi penting untuk dapat dilakukan. Dalam hal ini pendistribusian obat kepada pasien COVID-19 yang seharusnya dilakukan oleh tenaga farmasi dilimpahkan kepada tenaga perawat. Apabila sistem ini tidak disertai dengan pembekalan, pengetahuan dan keterampilan khusus, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kesalahan dalam pendistribusian obat yang akan berpotensi menurunkan mutu pelayanan kesehatan. Kajian ini memberikan gambaran tentang Task Shifting yang terjadi di RSDC WAK, kemudian melalui analisa literatur untuk menjelaskan bagaimana implementasi yang sebaiknya terjadi.
Pengaruh kekurangan alat pelindung diri terhadap tingkat kecemasan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien Covid-19 di RSUD Mukomuko Ego Fernando; Mochamat Helmi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18153

Abstract

Penyakit COVID-19 merupakan salah satu pandemik terbesar saat ini dan cepat sekali penyebarannya. Salah satu akibat yang dirasakan adalah timbulnya kecemasan pada tenaga medis terutama karena ketersediaan0alat pelindung diri (APD) untuk petugas kesehatan masih kurang/tidak sesuai standar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekurangan APD terhadap tingkat kecemasan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada0pasien COVID-19. Studi ini dilakukan secara analitik dengan menggunakan metode potong lintang. Subyek studi adalah 32 tenaga kesehatan di RSUD Mukomuko yang secara langsung memberikan pelayanan kepada pasien COVID-19. Subyek studi diambil secara purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung Self rating anxiety scale dan dikategorikan sesuai skor. Dari 23 (71,9%) subyek yang mengatakan terbatasnya ketersediaan APD, 17 orang (73,9%) mengalami kecemasan tingkat sedang-berat dan 6 orang mengalami kecemasan tingkat ringan. Semua subyek yang mengatakan ketersediaan APD cukup tergolong dalam kecemasan tigkat ringan. Hasil uji Fisher Exact didapatkan adanya hubungan yang0bermakna antara ketersediaan APD dan kecemasan pada tenaga kesehatan (p=0,001) dan tenaga kesehatan yang bekerja dalam keterbatasan APD memiliki risiko sebesar 14,6 kali lipat untuk mengalami kecemasan dibandingkan tenaga kesehatan yang bekerja dengan APD yang mencukupi (PR=14,6). Kekurangan APD dapat berisiko meningkatkan rasa cemas pada petugas kesehatan yang nantinya dapat berpengaruh pada pelayanan kesehatan.