Latar Belakang: Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia berdasarkan laporan Komisi Nasional Perlindungan Anak semakin meningkat setiap tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman tentang pengetahuan seksual sejak usia dini. Promosi kesehatan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu sehingga diharapkan dapat merubah persepsi tentang pentingnya sex education pada anak usia prasekolah sebagai salah satu upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh promosi kesehatan melalui metode ceramah dengan audiovisual dan media leaflet terhadap perubahan persepsi ibu tentang sex educationpada anak usia prasekolah. Metode: Penelitian quasi experiment dengan rancangan non-equivalent control group design with pretest and postest. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia prasekolah berjumlah 64 orang yang bersekolah di TK.ABA Pringwulung dan TK Al-Islam Kecamatan Depok. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan analisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test pada tingkat signifikansi p < 0,05.Hasil: Metode ceramah dengan audiovisual memiliki nilai peningkatan rerata persepsi antara pretest dan posttest-1 sebesar 5,3 (CI: 3,01-7,56) dan antara pretest dan posttest-2 sebesar 3,8 (CI: 1,33-6,29), sedangkan pada kelompok dengan media leaflet memiliki nilai peningkatan rerata persepsi antara pretest dan posttest-1 sebesar 0,4 (CI: -1,28-2.15) dan antara pretest dan posttest-2 sebesar 0,1 (CI: -2,17-2,35).Kesimpulan: Promosi kesehatan melalui metode ceramah dengan audiovisual mengalami peningkatan skor persepsi ibu tentang sex education pada anak usia prasekolah lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok media leafletKata Kunci: Promosi kesehatan, persepsi, kekerasan seksual pada anak, sex education, anak usia prasekolah.