Rosmina Rosmina
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan pola konsumsi natrium dan kalium dengan kejadian hipertensi di puskesmas Paccerakkang Makassar Saharuddin Saharuddin; Safrullah Amir; Marwana Said; Rosmina Rosmina
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.907 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35451

Abstract

Latar belakang: Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang risikonya linear dengan pertambahan usia. Kenaikan tekanan pada dinding arteri hingga nilai ekstrim berpotensi memicu berbagai komplikasi kardiovaskular. Tingkat konsumsi natrium dan kalium menunjukkan asosiasi yang cukup berarti dengan kejadian hipertensi. Keduanya menunjukkan efek antagonis dalam menentukan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah. Tujuan: Penelitian ini dikembangkan untuk mengobservasi korelasi antara konsumsi natrium dan kalium dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan individu berusia ≥ 30 tahun yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Paccerakkang. Sebanyak 78 responden diikutsertakan dalam penelitian ini dengan teknik penarikan secara accidental sampling. Tingkat konsumsi diobservasi menggunakan instrumen penelitian berupa food recall untuk menggambarkan asupan natrium dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menggambarkan asupan kalium. Analisis bivariat dilakukan untuk memahami hubungan konsumsi garam mineral dengan kejadian hipertensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan beban hipertensi pada populasi target mencapai 51,3%. Konversi hasil survei konsumsi mengindikasikan masih adanya responden sebanyak 39,7% yang mengonsumsi natrium melebihi batas aman yang direkomendasikan. Namun, tingkat konsumsi natrium yang tinggi masih dapat diimbangi dengan konsumsi kalium yang cukup dengan persentase mencapai 65,4%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi yang berarti antara pola konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Makassar (p-value=0,018), berbeda dengan konsumsi kalium yang tidak mencapai level signifikansi dengan kejadian hipertensi (p-value=0,133). Simpulan: Hanya konsumsi natrium yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Makassar. Sementara konsumsi kalium meskipun menunjukkan adanya perbedaan, namun tidak menemui kemaknaan yang berarti.
Studi kasus penerapan proses asuhan keperawatan spiritual di rumah sakit Islam Faisal Makassar Saharuddin Saharuddin; Safrullah Amir; Rosmina Rosmina
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38183

Abstract

Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Dalam pelayanan kesehatan, perawat sebagai petugas kesehatan harus memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan spiritual. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang mempunyai intesitas dan interaksi paling banyak hendaknya mampu memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien secara holistik dengan mengintegrasikan aspek biologis (fisiologis), psikologis, sosiologis, kultural, dan spiritual. Penelitian ini dikembangkan untuk mengobservasi implementasi model keperawatan spiritual di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Berdasarkan batasan populasi terjangkau yang ditetapkan, sebanyak 9 informan yang terdiri atas kepala perawat, kepala ruangan, perawat pelaksana, dan ustadz diobservasi dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Pemilihan sampel penelitian ditentukan secara purposive dengan metode snowball sampling dengan mewawancarai informan hingga informasi dianggap telah tersaturasi. Hasil in-depth interview dalam verbatim diuji validitas dan realibilitasnya menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik content analisys, yaitu teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha untuk menentukan karakteristik pesan secara objektif dan sistematis, kemudian diinterprestasikan dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan proses pengkajian keperawatan spiritual terhadap pasien tidak diidentifikasi oleh perawat pelaksana. Pada tahap diagnosa, asuhan keperawatan spiritual belum ditegakkan dan didokumentasikan secara maksimal.Dalam tatanan intervensi, keperawatan spiritual belum maksimal disebabkan keterbatasan pengetahuan dari perawat. Hal ini berimbas pada implementasi keperawatan spiritual yang belum menyeluruh baik dari aspek psikomotor maupun dokumentasi. Lebih lanjut, proses asuhan keperawatan spiritual yang tidak berjalan optimal pada proses sebelumnya menyebabkan sulitnya mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi proses asuhan keperawatan spiritual di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar telah mengadopsi 5 tahapan yang meliputi pengkajian spiritual, diagnosis spiritual, perencanaan spiritual, implementasi spiritual, dan evaluasi spiritual. Meskipun demikian, pelaksanaan model keperawatan spiritual tersebut belum berjalan optimal.