Windri Lesmana Rubai
Department of Health Behavior, Environment and Social Medicine, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan kapasitas kader dalam penerapan pemantauan pertumbuhan balita di Posyandu Padukuhan Sembung Windri Lesmana Rubai
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.114 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37500

Abstract

Permasalahan yang diteliti yaitu adakah perbedaan pengetahuan dan keterampilan kader terkait pelaksanaan posyandu balita sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam menerapkan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu sebelum dan sesudah pelatihan di wilayah Padukuhan Sembung, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. Penelitian ini menggunakan dua metode berupa  eksperimen-semu dengan rancangan one group pre dan post test design dengan subjek berjumlah 11 kader dan semi-wawancara terstruktur pada 5 perwakilan kader. Variabel yang diteliti yaitu pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah intervensi serta pendapat kader tentang sikap dan lesson learn yang diperoleh selama mengikuti pelatihan. Skor pengetahuan diukur dua kali yaitu pre-test dan post-test. Dengan uji Wilcoxon didapatkan adanya perbedaan bermakna pada pengetahuan kader tentang pemberian makanan sehat bayi dan balita dengan nilai p=0,01 (p<0,05); perbedaan bermakna pada pengetahuan komunikasi dasar dan teknik penyuluhan dengan nilai p=0,01 (p<0,05); namun tidak ada perbedaan bermakna pada pengetahuan kader terkait prosedur umum posyandu. Untuk peniliaian praktik antropometri menggunakan lembar cheklistdidapatkan hasil bahwa kader menjadi lebih paham tentang prosedur penimbangan berat badan, pengukuran panjang badan dan tinggi badan, pengukuran LiLA dan lingkar kepala pada bayi dan balita. Lima perwakilan kader yang diwawancarai mengungkapkan bahwa mereka senang dengan adanya pelatihan yang diberikan karena membuat mereka lebih memahami  prosedur posyandu yang baik dan tepat, serta berharap kegiatan semacam ini dapat berkesinambungan. Intervensi pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam menerapkan pemantauan pertumbuhan balita.