Sitti Sudrani
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Provider initiative test and counseling (PITC) sebagai upaya perluasan tes HIV pada populasi khusus Sitti Sudrani
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.613 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37615

Abstract

Latar belakang: Prevalensi HIV di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara terus meningkat dan menyebar hingga di populasi ibu rumah tangga. Dalam 7 tahun terakhir 21.6 % pasien HIV adalah ibu rumah tangga. Meski masih dalam level concentrated epidemic, angka ini telah menunjukkan meluasnya infeksi HIV pada masyarakat umum dan terlambatnya upaya pengendalian. Tes HIV sukarela untuk diagnosa tidak sebanding dengan laju epidemi HIV yang sangat cepat. PITC menjadi pilihan untuk menemukan sebanyak mungkin orang yang telah terinfeksi HIV pada populasi khusus dan memfasilitasi mereka untuk mendapatkan perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP). Tujuan: Mengevaluasi input, proses dan output layanan PITC dalam meningkatkan jumlah orang di populasi khusus yang dites HIV dan mengetahui hasilnya. Hasil: Sasaran program adalah populasi khusus yang terdiri dari ibu hamil dan pasien dengan penyakit terkait HIV yang berkunjung ke puskesmas atau berada di wilayah kerja puskesmas yang mendapat pelayanan di posyandu atau kunjungan rumah pada 13 wilayah kerja puskesmas di Kota Kendari. Kegiatan meliputi: pemberian informasi tentang HIV, penawaran tes, tes HIV, penyampaian hasil tes dan konseling serta rujukan ke PDP jika hasil HIV positif. Pelaksana PITC adalah tim yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, laboran dan Petugas RR. Simpulan: Terjadi peningkatan yang signifikan pada jumlah orang yang dites HIV dan mengetahui hasilnya melalui PITC di 15 puskesmas di Kota Kendari.
Test and Treat HIV di puskesmas Sitti Sudrani
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.519 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40487

Abstract

Latar belakang: Prevalensi HIV di Sulawesi Tenggara terus meningkat. Sementara pasien HIV yang tetap menjalani terapi antiretroviral tidak sebanding dengan laju epidemi HIV. Hingga akhir 2017 pasien HIV positif baru ditemukan berjumlah 998 orang, sementara yang sedang menjalani terapi antiretroviral hanya 306 orang (30,7%). Perluasan layanan tes HIV di puskesmas berdampak pada meningkatnya pasien HIV baru yang ditemukan. Merujuk setiap pasien untuk menjalani terapi antiretroviral di rumah sakit sering menimbulkan masalah, terutama terkait pembiayaan, jarak yang jauh dan risiko pasien lost to follow-up. Tujuan: Mengevaluasi pelaksanaan layanan test and treat HIV di puskesmas. Hasil: Sasaran layanan adalah populasi berisiko HIV yang mendapatkan tes HIV dengan pendekatan VCT (voluntary counseling test) atau PITC (provider initiative test and counseling) di puskesmas atau mobile klinik pada 2 wilayah kerja puskesmas (Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari dan Puskesmas Wajo Kota Baubau). Kegiatan layanan meliputi: konseling HIV, penawaran tes, tes HIV, penyampaian hasil tes, terapi antiretroviral, konseling kepatuhan terapi, rujukan ke kelompok dukungan sebaya, konseling pasangan, rujukan pemeriksaan CD4 ke rumah sakit, dan penjangkauan pasien HIV yang lost to follow-up. Pelaksana layanan adalah tim yang terdiri dari konselor, dokter, perawat, bidan, laboran, apoteker dan petugas admin. Simpulan: Layanan test and treat HIV di puskesmas dapat meningkatkan jumlah orang yang dites HIV, menemukan pasien HIV dalam stadium awal, menyediakan layanan terapi antiretroviral bagi pasien HIV tanpa komplikasi, dan mempertahankan kepatuhan terapi antiretroviral.