Zahrotunisa Zahrotunisa
BBTKLPP Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran serotype virus dengue serta faktor risiko lingkungan dan perilaku di kabupaten Bondowoso tahun 2017 Efi Sriwahyuni; Zahrotunisa Zahrotunisa; Teguh Suranta Sinulingga; Tatiana Rizka
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.741 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37620

Abstract

Tujuan: Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui jenis serotype virus Dengue di Kabupaten Bondowoso, serta mengetahui indeks kepadatan nyamuk dan faktor risiko perilaku masyarakat terhadap penyakit demam berdarah. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemeriksaan laboratorium pada spesimen darah penderita Demam Dengue di RSU Bondowoso dengan metode PCR. Selain itu dilakukan survey jentik dan perilaku penduduk di Kelurahan Tamansari yang merupakan salah satu wilayah endemis di Kabupaten Bondowoso. Hasil: Diperoleh sebanyak 109 spesimen yang kemudian dilakukan pemeriksaan PCR ditemukan dua spesimen positif mengandung tiga jenis serotype virus Dengue yaitu Den-1, Den-2 dan Den-3. Hasil survey jentik pada 101 rumah diperoleh nilai angka bebas jentik (ABJ) sebesar 78,3% Container Index (CI) sebesar 13,2%, House Index (HI) sebesar 21,7% dan Breteau Index (BI) sebesar 26,7 %. Faktor risiko perilaku pada 98 responden menunjukkan kebiasaan menggantung pakaian (63,3%), menutup rapat penampungan air (70,4%) dan menguras kamar mandi secara rutin (50%). Simpulan: Ditemukan tiga jenis serotype virus Dengue yaitu DEN-1, DEN-2 dan DEN-3 di Kabupaten Bondowoso. Angka Bebas Jentik disalah satu wilayah endemis masih rendah sedangkan kepadatan jentik (density figure) dari perhitungan nilai HI, CI, dan BI masuk dalam kepadatan vektor kategori sedang dan menunjukkan adanya risiko transmisi penyakit demam berdarah. Kebiasaan menguras kamar mandi secara rutin yang rendah dapat meningkatkan risiko perkembangbiakan vektor DBD. Sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian vektor untuk mengurangi resiko penyakit Demam Berdarah.