Nurhijrianti Akib
Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan konsep comprehensive life style intervention pada tatanan sekolah melalui program: gerakan jajan sehat (GJS) di SD Negeri 01 Baruga Kota Kendari Nurhijrianti Akib
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.405 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37664

Abstract

Jajan merupakan perilaku yang seringkali dikakukan oleh siswa sekolah dasar, yang dapat menimbulkan masalah apabila tidak memperhatikan mutu gizi, kebersihan, dan keamanan bahan pangan. Berdasarkan sampling dan uji laboratorium terhadap 10.429 sampel jajanan yang diambil dari 144 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di 31 provinsi di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2014 tercatat bahwa 2.484 (23,8%) dari sampel jajanan tersebut tidak memenuhi syarat, disebabkan  karena kandungan bahan tambahan yang berbahaya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan program : Gerakan Jajan Sehat (GJS) di SD Negeri 01 Baruga Kota Kendari yang diadopsi dari Konsep Comprehensive Life Style Intervention dari Ottawa Charter. Adapun program intervensi yang dikembangkan berdasarkan 5 dimensi Comprehensive Life Style Intervention pada tatanan sekolah yaitu : 1) Penerapan kebijakan kesehatan dengan aturan pelarang penjualan makanan tidak sehat dan menjual makanan yang sehat di sekolah, 2) Reorientasi pelayanan kesehatan yaitu dengan melakukan pengukuran BMI (Body Mass Index) dan pemeriksaan kesehatan, 3) Membangun lingkungan yang dapat mendukung kesehatan yaitu dengan pendidikan kesehatan pada staff sekolah, guru, dan orang tua serta penyediaan makanan yang sehat, 4) Penguatan aksi di komunitas, yaitu dengan mengintegrasikan perilaku sehat di rumah dan di sekolah, serta mengadakan kompetisi jajan sehat pada level individu di dalam kelas, 5) Mengembangkan keterampilan personal yaitu dengan pendidikan kesehatan melalui berbagai metode permainan tentang gerakan jajan sehat.