Efi Sriwahyuni
Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Harian Penyakit Pasca Gempa di Puskesmas Gangga, Kabupaten Lombok Utara (Asistensi Surveilans Epidemiologi Bencana Gempa Lombok FETP Indonesia Batch 2) Efi Sriwahyuni; Aang Hidayat Khumaini
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.372 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39719

Abstract

Tujuan: Puskesmas Gangga merupakan salah satu pelayanan kesehatan terdampak akibat Gempa yang terjadi di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 27 Agustus – 10 September 2018 bertujuan untuk melaksanakan asistensi surveilans epidemiologi terhadap pelaporan dan analisis data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Harian Penyakit Pasca Gempa di Puskesmas Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Metode: Pengumpulan data SKDR harian diperoleh dari register Puskesmas dan pelayanan kesehatan di Posko. Data tersebut dientry dalam aplikasi Epi Info yang dibuat oleh Sub Direktorat Surveilans Kementerian Kesehatan yang kemudian dikirim via email. Analisis data dengan menggunakan Ms. Excell agar petugas Puskesmas bisa secara mandiri. Pedoman penggunaan aplikasi Epi Info dibuat untuk memudahkan petugas Puskesmas jika mengalami kesulitan/ lupa dalam pengisian. Penyelidikan epidemiologi dilakukan untuk mengetahui faktor risiko yang ada di lapangan. Hasil: Pada minggu pertama proses entry masih dalam tahap asistensi sedangkan pada minggu setelahnya petugas Surveilans Puskesmas Gangga sudah dapat melakukan secara mandiri. Sebanyak 1692 data berhasil dientry dan dilaporkan. Lima penyakit yang paling banyak muncul adalah diare akut (23,9%), ISPA (20,7%), cedera (7,4%), penyakit kulit (5,1%), demam (3,3%) dan hipertensi (2,5%). Dari hasil pengamatan di lapangan diketahui bahwa perilaku BAB dan membuang sampah sembarangan. Hal ini terkait minimnya sarana sanitasi serta penggunaan fasilitas sanitasi yang melebihi kapasitas yang berakibat tidak berfungsinya sarana tersebut. Serta kegiatan bongkar bangunan yang meningkatkan potensi cidera dan produksi debu yang dapat memicu ISPA. Simpulan: SKDR harian penyakit pasca gempa merupakan system yang dibuat Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan informasi data penyakit dari level Puskesmas. Data yang dikirim ke Pusat dapat juga dianalisis pada level Puskesmas. Sehingga Puskesmas dapat mengetahui situasi penyakit pasca gempa di wilayahnya. Penyakit yang banyak muncul di Puskesmas Gangga terkait kondisi lingkungan pasca gempa, personal hygiene serta fasilitas sanitasi yang kurang.