Luthfiah Mawar
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sanitation facility analysis in coastal area Luthfiah Mawar; Wahidah Wahidah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2140.461 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39874

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis fasilitas sanitasi yang ada di kawasan pesisir Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat Kawasan Pesisir Pantai Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah populasi sebanyak 105 kepala keluarga. Sampel penelitian ini merupakan masyarakat Kawasan Pesisir Pantai Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pengumpulan data secara primer, dimana data didapatkan sendiri oleh peneliti dengan mendata langsung kemasyarakat. Metode pengukuran sampel dilakukan terlebih dahulu peneliti meminta izin kepada responden untuk ketersediannya sebagai responden dengan cara mewawancarai tentang ketersediaannya menjadi responden. Pengelolaahan data dilakukan melalui program komputerisasi yaitu SPSS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat responden yang menggunakan sungai sebagai air bersih 21 orang (20%; CI 95% 11%-28,3%), tidak memiliki jamban sebanyak 45 orang (42,9%; CI 95% 34%-52,3%), tidak memiliki SPAL sebanyak 49 orang (46,7%; CI 95% 37,1%-56,9%), membuang sampah di sungai sebanyak 53 orang (50,5%; CI 95% 41,4%-60,9%). Kesimpulan dari penelitian adalah banyak sanitasi masyarakat pesisir yang belum memenuhi syarat sanitasi yang sehat seperti masih adanya masyarakat yang menggunakan air sungai sebagai sumber air bersih, tidak memiliki jamban, tidak memiliki saluran pembuangan air limbah serta membuang sampah di sungai. Saran yang dapat diberikan adalah diharapkan agar masyarakat menyadari bahwa sanitasi merupakan gambaran diri sendiri yang dapat meningkatkan kualitas pada kesehatan maupun produktivitas.
Diarrhea Incidence In Coastal Area And Enviromental Determinant Factor on 0-12 Age Years Wahidah Taniyah; Luthfiah Mawar
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.1 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39875

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui presentase kejadian diare diwilayah pesisir serta hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada anak-anak  umur 0-12 Tahun Di Bagan Percut Sei Tuan Sumatera Utara tahun 2018. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Dalam penelitian ini dilakukan menggunakan data primer dengan pendekatan case control. Penyajian data akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan tabel analisis disertai penjelasan Analisa data yang digunakan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan uji chi square. Populasi adalah anak-anak umur 0-12 tahun bertempat tinggal di Bagan Percut Sei Tuan. Adapun sampel pada penelitian ini sebanyak 124 anak dengan usia 0-12 tahun dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di  Bagan Percut Sei Tuan Sumatera Utara sebagai salah satu daerah pesisir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2018. Hasil penelitian diketahui bahawa insiden diare di daerah Bagan Percut Sei Tuan Sumatera Utara sekitar 82 (66,12 %). Berdasarkan uji statistic didapatkan ada hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada anak-anak di Bagan Percut Sei Tuan Sumatera Utara dengan nilai p_value=0,000. Kejadian diaere di Bagan Percut sei Tuan  Sumatera Utara disebabkan karena kurangnya penyedian air bersih, ketersediaan jamban, dan sumber air minum serta pengetahuan orang tua yang minim. Saran ditujukan kepada masyarakat untuk menjaga sanitasi lingkungan dengan baik demi menekan angka kejadian diare dan perlu adanya edukasi mengenai pentingnya menjaga sanitasi baik. penyediaan air bersih di wilayah pesisir perlu ditingkatkan dengan menyediakan sumber air bersih tidak berdekatan dengan jamban masyarakat dan membersihkan secara berkala tempat penampungan air, peningkatan PHBS dan cara pengolahan makanan. Jamban keluarga dipesisir khusus yang tinggal dibagian pesisir pantai perlu dibuatkan jamban percontohan. Pengolahan sampah dipesisir perlu diperhatikan pemerintah dan dibuatkan pengolahan sampah percontohan dan ditekankan untuk memperhatikan personal hygiene di pesisir.