Tujuan: Mengeksplorasi Whatsapp grup ASI dan MP-ASI saat bencana pasca Gempa Lombok. Lesson Learned: Susu formula, makanan bayi instan, produk botol susu, dot, dan susu UHT menjadi bantuan yang sering diberikan kepada bayi dan anak. Namun, tepatkah bantuan tersebut untuk penyintas? Pemberian susu formula dan susu UHT saat bencana berisiko terjadinya diare pada bayi dan anak di Gempa Yogyakarta dan Gempa Lombok. Sosialisasi mengenai bantuan dalam bencana masih terbatas dan Whatsapp grup menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan. Gema Indonesia Menyusui (GIM) menginisiasi Whatsapp grup yang bernama ASI dan MP-ASI saat bencana dengan mengadakan kuliah Whatsapp gratis mengenai ASI dan MP-ASI saat bencana serta membahas aturan bantuan susu formula yang diikuti oleh 245 peserta berasal dari ibu rumah tangga, PNS, aktivis lembaga kemanusiaan, karyawan perusahaan dan praktisi. Sesi edukasi disampaikan oleh seorang konselor menyusui dan pemberian makan bayi dan anak dari Kidzsmile Foundation. Selain itu, sharing pengalaman terkait dukungan, permasalahan yang dialami penyintas dalam pemberian ASI dan MP-ASI saat bencana hingga berbagai alternatif solusi menjadi topik diskusi dan berlangsung lebih dari 2 bulan sejak grup ini terbentuk. Sharing pengalaman bergulir dari berbagai lembaga kemanusiaan yang terlibat dalam respon terhadap bayi dan anak, komunitas dan juga praktisi ASI dan MP-ASI saat bencana. Whatsapp grup juga menjadi wadah dalam membangun jejaring dan koordinasi kluster gizi Sulteng. Tanggapan positif Whatsapp grup ini berupa informasi yang tepat dan informatif, perubahan cara pandang mengenai bantuan oleh peserta dari perusahaan, materi edukasi yang aktual dan mudah diperoleh sehingga dapat dipraktikkan di Lombok, memberikan gambaran tindakan penanganan bencana, manajemen tanggap bencana serta jejaring organisasi dan lembaga penyalur bantuan untuk bayi dan anak.