Akhmadi Abbas
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penderita TB Paru di Kota Kediri: Analisa Mixed Method Keteraturan Berobat dan Kecepatan Konversi BTA Pengobatan Tahap Intensif Akhmadi Abbas
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.084 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40483

Abstract

Latar belakang: Penyakit tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global. Konversi BTA merupakan prediktor awal keberhasilan pengobatan TB. Semakin cepat waktu konversi maka akan semakin rendah penularan penyakit TB Paru. Tujuan: Penelitian ini menganalisis keteraturan berobat dan kecepatan konversi BTA pada penderita TB Paru. Metode: Penelitian ini menggunakan mixed methods designs dengan melakukan survey dan wawancara mendalam terhadap informan utama (2 orang penderita TB paru yang sesuai kriteria inklusi dan ekslusi) dan informan kunci (PMO, petugas P2TB dan wakil supervisor TB masing-masing 1 orang). Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dan disajikan dengan metode triangulasi sumber. Hasil: Pertama, BTA penderita sudah mengalami konversi setelah 2 minggu mengkonsumsi OAT. Kedua, penderita teratur mengkonsumsi OAT selama menjalani pengobatan tahap intensif. Ketiga, penderita tidak pernah lupa mengkonsumsi obatnya. Obat yang diberikan oleh petugas selalu habis tepat waktu. Kesimpulan: Penderita yang teratur mengkonsumsi OAT dapat mengalami konversi BTA dalam waktu 2 minggu pengobatan. Semakin cepat waktu konversi BTA, maka akan mempercepat proses penyembuhan penyakit dan meminimalkan risiko penularan. Perlunya penggunaan alarm dan peran aktif keluarga untuk menjaga keteraturan berobat penderita TB paru.Kata kunci: Konversi BTA, Keteraturan berobat, OAT, Fase Intensif, TB Paru
Literature Review: The Effect of Counseling on Knowledge of Reproductive Health of Prospective Bride and Grooms in Indonesia Akhmadi Abbas; Silvia Ayu Amilia
Miracle Journal of Public Health Vol 5 No 2 (2022): Miracle Journal of Public Health
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v5i2.281

Abstract

Reproductive health in Indonesia is a problem that needs attention. Indonesia is a country with the second highest number of young marriages in ASEAN. In order to achieve a happy home life, the bride and groom (catin) need to follow guidance. This study aims to find out various counseling methods that are effective for increasing the knowledge of prospective brides (catin) in Indonesia. This research is a literature review study that reviews various research journals. Data obtained from secondary data taken from 7 previous research journals. The results showed that of the 7 journals there were similarities, namely that there was a significant influence on catin knowledge by holding reproductive health counseling.
Meta Analysis of the Relationship of Obesity with Type 2 Diabetes Mellitus in Indonesia Akhmadi Abbas
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.621

Abstract

Diabetes mellitus is a world public health problem. This study aims to determine the relationship between obesity and the incidence of type 2 diabetes mellitus in Indonesia. A systematic review and meta-analysis were carried out on case control studies published in the google scholar database. Data processed using RevMan 5.4. Pooled odds ratio (OR) is calculated by fixed effect models. Meta-analysis results showed that there was a significant relationship between obesity and the incidence of type 2 diabetes mellitus (p = 0.00001, OR 4.99, 95% CI 3.58-6.96)). There is a significant relationship between obesity and the incidence of type 2 diabetes mellitus. Obese people have a 4.99 times greater risk of suffering from type 2 diabetes mellitus in the case group than the control group. The public is expected to manage their obesity so that they can reduce the risk of suffering from diabetes mellitus
Survei Cepat : Gambaran Umum Gejala dan Faktor Risiko Terduga Common Cold di Wilayah Kerja Puskesmas Pare Kediri: A RAPID SURVEY OF SYMPTOMS AND RISK FACTORS OF SUSPECTED COMMON COLD AT PARE PUBLIC HEALTH CENTER, KEDIRI Elvanda Helzalia Putri; Bintang Aisyah Putri; Nadi Fatullaili Qotrun Nanda; Cindy Prastika Saiful; Akhmadi Abbas; Krisnita Dwi Jayanti
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jgl.v5i1.296

Abstract

Common cold merupakan infeksi saluran napas atas yang sangat umum terjadi, ditandai oleh gejala ringan seperti batuk, pilek, bersin, dan nyeri tenggorokan. Penyakit ini bersifat self-limiting, namun tetap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum gejala dan faktor risiko terduga common cold di wilayah kerja Puskesmas Pare, Kabupaten Kediri. Penelitian dilakukan melalui metode survei cepat dengan pendekatan cross-sectional pada 210 responden usia 15–64 tahun yang dipilih secara acak dari 30 klaster RW. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan (54,8%) dengan kelompok usia dominan 21–30 tahun (34,3%). Responden yang tergolong suspek common cold sebanyak 50 orang (23,8%), sedangkan yang non-suspek sebanyak 160 orang (76,2%). Tingkat pengetahuan responden didominasi kategori rendah sebanyak 107 orang (51%), sedangkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mayoritas berada pada kategori baik (45,7%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu meskipun perilaku PHBS tergolong baik, tingkat pengetahuan responden tentang common cold masih perlu ditingkatkan.
Hubungan Tingkat Stress dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Pare Kabupaten Kediri marshanda saqila; Akhmadi Abbas; Krisnita Dwi Jayanti; Rahma Nisa Intan Permata; Rizka Alifa Putri; Tania Aurelia Azzahra
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jgl.v5i1.299

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan perhatian khusus karena bersifat kronik,progresif, dan sering kali tanpa gejala. Salah satu faktor non-fisik yang berperan dalam kejadian hipertensiadalah stres, yang dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatis danpelepasan hormon kortisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadianhipertensi pada pasien BPJS di wilayah kerja Puskesmas Pare, Kabupaten Kediri. Desain penelitian yangdigunakan adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakatpengguna BPJS di Kelurahan Pare dan Desa Tulungrejo, dengan jumlah responden sebanyak 210 orang yangdipilih menggunakan teknik cluster sampling . Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner,sedangkan data sekunder diperoleh dari Puskesmas Pare. Hasil uji Koefisien Kontingensi menunjukkan terdapathubungan signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi (p . value = 0,000). Responden denganstres sedang memiliki proporsi hipertensi tertinggi (75%), diikuti oleh stres ringan (35,4%), sedangkan yangtidak mengalami stres memiliki proporsi terendah (17,6%). Kesimpulannya, terdapat hubungan yang kuatantara tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada pasien BPJS di wilayah kerja Puskesmas Pare.Kata kunci: Stres, Hipertensi, BPJS, Epidemiologi, Layanan Kesehatan Primer
Hubungan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Hipertensi Pada Laki-laki di Wilayah Kerja Puskesmas Gurah: Relationship between Smoking Behavior and Hypertension Incidence in Men in the Gurah Health Center Work Area Ashyfa Ramadhani; Akhmadi Abbas; Krisnita Dwi Jayanti; Afiyah Fitriana Adianti Adianti; Ella Brisadona Permatasari; Liza Ruvania
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jgl.v5i1.300

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang berisiko tinggi dansering tidak terdeteksi hingga menimbulkan komplikasi serius. Salah satu faktor risiko yang dapat diubah danmemiliki dampak besar terhadap hipertensi adalah kebiasaan merokok. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 15–75 tahundi Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Metode : Penelitian menggunakan desain crosssectional dengan total 210 responden laki-laki. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakanuji chi-square. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa 73,8% responden mengalami hipertensi. Terdapat hubunganyang signifikan antara usia mulai merokok, jumlah rokok yang dikonsumsi, frekuensi merokok setiap hari,merokok di dalam rumah, dan ketergantungan terhadap rokok dengan kejadian hipertensi (p < 0,05).Kesimpulan : Temuan ini memperkuat bahwa merokok merupakan faktor risiko utama hipertensi, terutamabila dikaitkan dengan perilaku kecanduan dan rendahnya kesadaran kesehatan. Diperlukan upaya promotif danpreventif seperti edukasi, kampanye berhenti merokok, dan pemeriksaan tekanan darah rutin.
Strategi Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Penyakit Diare Pada Balita Di Kelurahan Bandar Kidul Kota Kediri: Mother’s Behavioral Strategies in Preventing Diarrhea in Toddlers at Bandar Kidul Kediri Vivien PURNAMASARI, S.KM., M.Kes.; Akhmadi Abbas; Tutut Pujianto; Anastasya Putri Wisnu Indrasawati; Marianti Dwi Safitri; Ratna Anneha Rahmaniya An Nur; Reva Aurelia Putri; Umi Hanip; Eliza Nur Rosidah
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jgl.v5i1.401

Abstract

Diarrhea in toddlers remains a public health problem in Kediri City. Data from the Kediri City Health Office in 2024 showed 3,755 cases of diarrhea, with the Campurejo Community Health Center (Puskesmas) as the highest contributor, with 257 cases among toddlers in Bandar Kidul Village. This study aims to determine maternal behavioral strategies for preventing diarrhea in toddlers in Bandar Kidul Village, Kediri City. This study used a qualitative method with a descriptive approach. Nine informants participated: 7 mothers of toddlers as primary informants and 2 key informants: health cadres and the person in charge of the Campurejo Community Health Center diarrhea program. Data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically. The results indicate that mothers of toddlers have adequate knowledge and attitudes, but diarrhea prevention practices are not consistently implemented. The study's conclusions highlight the need for continuous strengthening of health promotion to improve diarrhea prevention behaviors in toddlers.
STUDI KECAPATAN KONVERSI BTA PADA PENGOBATAN FASE INTENSIF PENDERITA TB PARU DI KOTA KEDIRI Akhmadi Abbas
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.180

Abstract

Konversi BTA merupakan prediktor kuat dan awal keberhasilan terapi pada penderitaTB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecepatan waktu konversi BTA padapengobatan fase intensif penderita TB paru. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixedmethods dengan menggabungkan metode kuantitatif (Case report) dan metode kualitatif(Indepth interview). Responden sekaligus informan utama dalam penelitian ini adalahpenderita TB paru BTA positif (+) pengobatan Kategori I (tahap intensif) sebanyak 2 orang,sedangkan informan kunci adalah 1 orang pengawas menelan obat dan petugas P2TBsebanyak 1 orang. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkanpenyajian data menggunakan metode triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkanbahwa BTA penderita sudah mengalami konversi pada akhir minggu kedua pengobatan tahapintensif. Hasil wawancara mendalam terkait faktor yang berpengaruh terhadap konversimenunjukkan bahwa penderita memiliki status gizi normal, tidak merokok, mengalami efeksamping OAT, adanya dukungan PMO dan teratur minum OAT selama fase intensif. Perlunyaedukasi kepada penderita tuberkulosis terkait berbagai faktor yang mempengaruhi konversidalam rangka mempercepat waktu konversi BTA pada penderita.