Fase menjadi mahasiswa merupakan awal seseorang untuk menentukan pilihan dan menyiapkan makanan secara mandiri. Penelitian mendapatkan bahwa konsumsi sayur dan buah rendah, aktivitas fisik yang dilakukan oleh mahasiswa rendah, konsumsi rokok yang tinggi dan perilaku tidur yang buruk juga terjadi pada mahasiswa. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan pemilihan makanan yang dilakukan mahasiswa Sekolah Vokasi Teknik Mesin UGM. Internet merupakan media yang efektif untuk memberikan informasi kesehatan dan pencegahan penyakit pada usia dewasa muda, sehingga intervensi melalui media sosial perlu untuk dilakukan.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap tentang pola makan sehat pada mahasiswa Departemen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada setelah dilakukan program social media campaign tentang makanan sehat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan metode kuantitatif pre-post tes survei terhadap 52 mahasiswa. Pemilihan sample penelitian dengan purposif sampling. Analisis dilakukan dengan stata versi 13. Intervensi dilakukan selama 2 bulan dari bulan Juni sampai dengan bulan September 2018 melaui aku media sosial line dan instagram resmi organisasi keluarga mahasiswa Departemen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada. Hasil: Jumlah mahasiswa yang memiliki pengetahuan pola makan sehat kategori kurang mengalami penurunan setelah dilakukan intervensi, sebaliknya jumlah mahasiswa dengan pengetahuan pola makan sehat kategori cukup dan baik mengalami peningkatan setelah intervensi. Pada skor sikap terhadap pola makan sehat, terdapat 56% mahasiswa yang memiliki skor post test lebih besar dibandingkan skor pretest. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah intervensi ( p < 0.05). Kesimpulan: Program social media campaign efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap pola makan sehat terutama pada kelompok mahasiswa khususnya mahasiswa Departemen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada.