Octavia Beauty
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

[PHS4] < PROTECTOR JATEN (PROgram deTEksi dini dan Cegah penyakiT Oleh Remaja Jaten) Sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Remaja dalam Kegiatan Posbindu PTM Di Dusun Jaten, Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta> Yana Yulyana; Octavia Beauty; Najiyati Ifa
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3430.007 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40592

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan permasalahan global yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Remaja menjadi kelompok yang rentan karena berada dalam masa perkembangan dan  masa pencarian jati diri serta cenderung melakukan perilaku beresiko. Salah satu upaya penanggulangan PTM adalah dengan pelaksanaan Posbindu PTM. Partisipasi remaja sebagai salah satu kelompok sasaran posbindu masih sangat rendah. Hasil kunjungan pelaksanaan Posbindu PTM di dusun jaten menunjukkan dari 38 peserta hanya ada 5 remaja yang mengikuti kegiatan Posbindu PTM. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta remaja dalam kegiatan Posbindu PTM serta untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi remaja. Metode : Metode yang digunakan dalam kegiatan ini diantaranya adalah 1) Melakukan koordinasi dengan para stakeholder yang ada di Dusun Jaten 2) Melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas 3) Melakukan koordinasi dengan ketua pemuda Dusun Jaten 4) Melakukan diskusi baik secara langsung maupun melalui sosial media (grup whatsApp) dengan para remaja 5) Melakukan sosialisasi permasalahan kesehatan kepada para remaja 6) Pembentukan Posbindu remaja 7) Perekrutan kader posbindu remaja 7) Pelaksanaan sekolah kader sebagai bentuk pelatihan bagi para kader Hasil : Pertama, terbentuknya grup whatsApp  sebagai sarana diskusi bagi para kader remaja. Kedua, terbentuknya kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan Posbindu PTM setiap satu bulan sekali pada pertemuan rutin remaja. Ketiga, terbentuknya kader remaja posbindu sebanyak 14 orang. Keempat, setelah kegiatan Sekolah Kader terdapat peningkatan pengetahuan kader remaja mengenai PTM dan pelaksanaan Posbindu PTM serta peningkatan keterampilan kader remaja dalam melaksanakan pemeriksaan dalam pelaksanaan Posbindu PTM. Kelima, terbentuknya media edukasi berupa filler yang di rancang, dibuat dan dikembangkan oleh para kader remaja. Kesimpulan :Melibatkan remaja secara aktif serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak efektif dalam meningkatkan partisipasi remaja dalam pelaksanaan posbindu PTM di Dusun Jaten. Para kader remaja perlu terus mendapat pendampingan agar terus mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan serta agar tetap melaksanaan Posbindu Remaja secara rutin.