Nurhijrianti Akib
Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

[PHS4] PROGRAM “KERATIN” (KERAMAS RUTIN) : PENERAPAN KONSEP EKONOMI TOKEN DALAM PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (CUCI RAMBUT/KERAMAS) PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PESISIR Nurhijrianti Akib
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1869.564 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40629

Abstract

Pedikulosis Kapitis (PK) merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi parasit  Pediculus humanus capitis yang tumbuh dan berkembang di lapisan kulit kepala manusia. PK dapat menyebabkan Salah satu kelompok usia yang paling sering terinfeksi PK adalah anak sekolah. Prevalensi PK pada anak usia sekolah di negara maju seperti Belgia adalah sebesar 8,9 %. Sedangkan di negara berkembang seperti India  adalah sebesar 16,59%. Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan di salah satu sekolah dasar di wilayah pesisir Indonesia yaitu di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, didapatkan hasil bahwa 85,7% siswa positif terinfeksi penyakit tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya karena frekuensi keramas yang jarang. Karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi permasalahan penyakit PK, salah satunya dengan pengembangan program perubahan perilaku. Tujuan dari  program tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sekolah dasar di wilayah pesisir dengan melatih kebiasaan cuci rambut/keramas secara rutin 3x semiggu melalui pendekatan ekonomi token. Pengembangan program ini dilakukan dengan assessment berupa pengumpulan data sekunder, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan kajian hasil penelitian. Adapun rancangan intervensi program yaitu sosialisasi kepada guru dan orangtua terkait program yang akan dilakukan, sosialisasi kepada siswa, pelaksanaan pengumpulan token, penukaran hadiah, evaluasi proses, dan evaluasi hasil. Sehingga diharapkan Program Keratin ini dapat menjadi salah satu solusi untuk menurunkan angka PK pada siswa sekolah dasar di wilayah pesisir.