Mochamad Fajrin
Universitas Diponegoro Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh pendidikan kesehatan melalui fasilitator guru terhadap pengetahuan, sikap dan praktilk dalam upaya pencegahan merokok (studi pada siswa SD kelas V di Kabupaten Kendal) Mochamad Fajrin
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.832 KB)

Abstract

Trend usia merokok meningkat pada kelompok umur 10 sampai 14 tahun. Proporsi penduduk mulai usia 10 tahun yang mengkonsumsi rokok di Kendal 25,3%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi Jawa Tengah. Faktor dominan yang mempengaruhi kebiasaan merokok pada remaja adalah pengetahuan. Maka perlu dilakukan upaya pencegahan merokok sejak dini salah satunya dengan pendidikan kesehatan melalui fasilitator guru agar pendidikan kesehatan dilakukan secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui fasilitator guru terhadap pengetahuan, sikap dan praktik dalam upaya pencegahan merokok pada siswa SD kelas V di Kendal.Jenis penelitian quasy experimental dengan metode pretest – posttes with control group design. Sampel berjumlah 92 siswa pada masing-masing kelompok intervensi dan kontrol dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pretest dan posttest dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan bulan Agustus – September 2018 melaui fasilitator guru yang terlatih sebanyak tiga kali pertemuan. Minggu pertama diberikan booklet dan menonton video, minggu kedua diberikan ceramah dengan media power poin, minggu ketiga tanya jawab terkait bahaya merokok. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji mann whitney.Hasil penelitian sebelum diberikan intervensi karakteristik responden, pengetahuan, sikap dan praktik  memiliki varian yang sama antara kelompok intervensi dan kontrol. Setelah diberikan intervensi  terdapat perbedaan pengetahuan, sikap dan praktik (p=0,001). Ada perbedaan perubahan pengetahuan dengan nilai delta mean rank 69,52, sikap 51,3 dan praktik 43,28, yang menunjukan bahwa pendidikan kesehatan melalui fasilitator guru mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik dalam upaya pencegahan merokok. Diharapkan metode ini dapat diterapkan dalam pengembangan kurikulum pendidikan kesehatan sebagai upaya pencegahan merokok.