Sri Harini
Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisa kebutuhan diklat sebagai salah satu sistem pendukung keputusan dalam menyusun program pelatihan di Bapelkes Yogyakarta Sri Harini
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.775 KB) | DOI: 10.22146/bkm.45115

Abstract

Latar belakang: dalam rangka meningkatkan kualitas SDM yang kompeten dan profesional perlu diselenggarakan pendidikan dan pelatihan secara terus menerus dan terprogram sesuai dengan kebutuhan kompetensi dari masing-masing organisasi kesehatan di DIY. Bapelkes Yogyakarta sebagai institusi yang mempunyai tupoksi menyelenggarakan pelatihan bidang kesehatan mempunyai peranan yang strategis dalam pengembangan SDM kesehatan melaui pelatihan. Menentukan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi bukanlah sesuatu yang mudah. Analis dan keputusan tentang jenis pelatihan yang tepat mejadi salah satu yang harus dilakukan oleh setiap lembaga kediklatan. Oleh karena itu Bapelkes Yogyakarta melaksanakan Analisa Kebutuhan Diklat sebagai langkah awal dalam sistem manajemen diklat untuk dapat menentukan jenis pelatihan yang tepat. Tujuan: kegiatan AKD ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan bagi puskesmas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: FGD terhadap 50 Puskesmas  di wilayah DIY. Alat bantu : form isian AKD. Hasil: dengan menggunakan tenik USG (urgency, seriousness, growth) didapatkan 5 pelatihan kesehatan prioritas yang akan menjadi pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam pengusulan program pelatihan pada tahun 2019 yaitu 1. Manajemen Puskesmas, 2.Promkes & Pemberdayaan Masyarakat 3.Patient Safety, 4. BHD Bagi Sopir Ambulan dan 5. Manajemen Pelayanan Gizi Puskesmas. Simpulan : Analisa Kebutuhan Ddiklat sangat diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan sekaligus gap yang terjadi pada suatu oragnisasi/karyawan. AKD merupakan salah satu sistem pendukung keputusan yang membantu para penentu kebijakan Bapelkes dalam menyusun program pelatihan. Selanjutnya Bapelkes perlu mengembangkan metode AKD yang bisa menjaring responden (organisasi) lebih banyak dengan waktu dan biaya yang lebih efisien yaitu dengan mengembangkan AKD On Line.