Vina Mahardika Kencana
Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Intervensi kampanye isi piringku pada siswa-siswi SD dalam upaya memperbaiki status gizi Vina Mahardika Kencana; Fadhilatul Karimah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3878.992 KB) | DOI: 10.22146/bkm.45166

Abstract

Latar Belakang: Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013, secara nasional prevalensi kurus (menurut IMT/U) pada anak usia 5-12 tahun adalah 11,2 %. Prevalensi anak usia 5-12 tahun dengan status sangat kurus paling tinggi berada di wilayah Nusa Tenggara Timur yaitu sebanyak 7,8%. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengkampanyekan Isi Piringku.Isi: Melalui kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya 2018 yang dinaungi oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, penulis tergabung dalam Tim UGM Divisi Kesehatan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan diawali dengan assesment tinggi badan dan berat badan siswa-siswi kelas 4 sampai 6 SD yang ada di 4 Sekolah Dasar. Hasil assesment menunjukkan bahwa rata-rata tinggi badan siswa-siswi yaitu 126 cm dengan rata-rata berat badan 23,42 kg. Berdasarkan hasil assesment, maka penulis bersama tim memutuskan untuk melakukan kampanye Isi Piringku ke sekolah-sekolah tersebut. Kegiatan dilakukan sesuai dengan kondisi yang ada dengan memperhatikan sasaran seperti sosialisasi gizi seimbang dengan contoh sumber makanan yang tersedia di wilayah tersebut, menyanyikan lagu edukatif, bermain permainan edukatif dan membagikan stiker, sehingga siswa-siswi mudah memahami dengan baik.Lesson Learned: Selama pelaksanaan kegiatan, tim mengalami beberapa kendala seperti terbatasnya transportasi, komunikasi/bahasa dan media kampanye. Namun demikian, kendala tersebut dapat diatasi dengan adanya dukungan dari pihak sekolah maupun masyarakat setempat. Hal ini membuktikan bahwa partisipasi masyarakat dan pihak-pihak terkait sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu kegiatan maupun program.