Tujuan: Menggambarkan potensi integrasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai upaya penjangkauan masyarakat kelompok rentan.Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) dilaksanakan oleh Puskesmas dengan mendatangi rumah-rumah penduduk guna memberikan layanan kesehatan di luar gedung. Tenaga kesehatan di Puskesmas merupakan aktor utama dalam pelaksanaan PISPK, namun kuantitas dan kualitas SDM yang ada banyak dilaporkan sebagai salah satu hambatan. Sembari mendapat pekerjaan untuk kunjungan rumah, upaya kesehatan lain yang telah dilakukan sejak awal juga tetap menjadi beban kerja yang perlu diselesaikan, sehingga waktu dan tenaga pelaksana PISPK menjadi terbatas. Selain itu, menjangkau seluruh rumah di wilayah kerja Puskesmas dengan berbagai hambatan geografis dan jumlah tenaga pelaksana yang ada juga sulit dilakukan.Di sisi lain, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan secara berkala di daerah 3T atau daerah yang membutuhkan oleh beberapa perguruan tinggi, memiliki potensi integrasi dengan PISPK. Kedatangan mahasiswa ke daerah dapat berperan sebagai pelaksana PISPK. Dalam melakukan pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN akan banyak berinteraksi langsung dengan warga sekitar. Keterlibatan mahasiswa di masyarakat dapat meningkatkan akses layanan kesehatan primer pada kelompok masyarakat dengan situasi rentan. Persebaran lokasi KKN di seluruh Indonesia menumbuhkan potensi horizontal scaling up. Pelaksanaan KKN di lokasi yang sama untuk beberapa periode mendukung potensi keberlanjutan program. Dengan demikian, PISPK berbasis KKN perlu dipertimbangkan sebagai upaya peningkatan kesehatan dengan pendekatan keluarga, terutama dengan situasi rentan.