Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi hormonal jenis suntik terhadap keparahan melasma. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain Cross-Sectional. Jumlah sampel 60 peserta pemakai kontrasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulan menggunakan metode consecutive sampling. Penentuan keparahan melasma menggunakan perhitungan skor MASI (Melasma Area and Severity Index). Data didapat dari BKIA Puskesmas Bangetayu Semarang periode Januari-September 2019, yang dilakukan dengan wawancara terstruktur. Uji statistik menggunakan uji Korelasi Spearman, Korelasi Parsial dan Mann-Whitney. Hasil : uji Korelasi Spearmen pada lama pemakaian kontrasepsi suntik 1 bulan dengan keparahan melasma diperoleh nilai p=0,357.Untuk lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan didapatkan nilai p=0,795 (p>0,05). Sedangkan, pada lama pemakaian kontrasepsi suntik tanpa melihat jenis didapatkan nilai p=0,006 (p<0,05). Uji Korelasi Parsial digunakan untuk mencari hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik terhadap keparahan melasma dengan kontrol jenis KB didapatkan nilai p=0,587 (p>0,05). Pada uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan keparahan melasma di peroleh nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan : lama pemakaian kontrasepsi suntik 1 bulan maupun 3 bulan tidak didapatkan hubungan yang bermakna, lama pemakaian kontrasepsi suntik yang dianalisa secara bersamaan didapatkan adanya hubungan yang bermakna. Pada lama pemakaian kontrasepsi suntik dengan kontrol jenis KB didapatkan tidak terdapat hubungan yang bermakna. Didapatkan ada perbedaan yang bermakna antara keparahan kontrasepsi 1 bulan dan 3 bulan.