Alif Mardijana
Fakultas Kedokteran, Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Tingkat Kecenderungan Depresi pada Akseptor Berbagai Jenis Kontrasepsi Hormonal di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember (The Difference of Depression Tendency Level on User of Several Hormonal Contraception Types in Sumbersari Primary Health Care, Jember) Ghuiranda S Ramadhan; Alif Mardijana; Hairuddin Hairuddin
Pustaka Kesehatan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hormonal contraception is a method to prevent pregnancy that contains synthetic progesterone and estrogen. There are three types of hormonal contraception, i.e injection, pill, and implant. The side effect of hormonal contraception is depression. The aim of this research was to determine the difference of depression tendency level on several hormonal contraception types in Sumbersari Primary Health Care, Jember. This research method was analitical observational with cross sectional approache. Sample total were 103 hormonal contraception's acceptors who were recruited by proportionate stratified random sampling technique. Sample were interviewed using Hamilton Depression Rating Scale (HDRS) as the screening depression tendency level. Kruskal wallis statistical test showed significance point 0,00 (p<0,05). Post Hoc analysis with Mann-Whitney test between pill and injection acceptors group showed significance point 0,001 (p<0,05), 0,001 (p<0,05) for injection and implant acceptors group, then 0,000 (p<0,05) for pill and implant. In conclusion there is significance difference of depression tendency level in several types of hormonal contraception in Sumbersari Primary Health Care, Jember. Keywords: depression tendency level, hormonal contraception, HDRS
Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Kejadian Demensia pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Jember Adi Darma Effendi; Alif Mardijana; Rosita Dewi
Pustaka Kesehatan Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demensia merupakan penyakit pada lansia yang bermanifestasi terhadap kemunduran kemampuan intelektual. Di Indonesia, prevalensi demensia pada lansia berusia 65 tahun adalah 5 persen dari populasi lansia. Prevalensi meningkat menjadi 20 persen dari lansia yang berusia 85 tahun ke atas. Kategori lansia berusia 65 tahun ke atas di Indonesia pada tahun 2003, sebanyak 11.280.000. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 29 juta pada tahun 2013 atau 10 persen dari populasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan memori salah satunya adalah aktivitas fisik . Aktivitas fisik secara teratur telah terbukti dapat mengurangi risiko demensia, termasuk penyakit Alzheimer sebesar 50 %. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Variabel yang diamati adalah tingkat demensia pada lansia dan aktivitas fisik yang dilakukannya. Responden kemudian diukur menggunakan instrumen kuisioner MMSE (Mini Mental State Examination). Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang tinggal di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Jember sebanyak 43 responden. Hasil penelitian dengan uji Spearman Rho menunjukkan bahwa nilai signifikansi = 0,00 (p 0,05 > 0,000). Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian demensia pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Jember. Kata kunci: aktivitas fisik, demensia.