Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BAGLOG DAN JAMUR TIRAM PUTIH PADA UD AROMA JAMUR DI KABUPATEN LUMAJANG Dadang Adi Kusuma; Evita Sholiha Hani; Julian Adam Rijal
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (J-SEP) Vol 11 No 1 (2018)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsep.v11i1.5832

Abstract

Demand for white oyster mushroom continues to increase because it has a good nutritional content. The increasing mushroom demand positively affects the needs of baglog and white oyster mushroom, causing many producers who work baglog and white oyster mushroom one of them is UD Aroma Jamur. Research conducted at UD Aroma Jamur aims to know: (1) marketing channel of baglog and white oyster mushroom; (2) marketing function of each marketing agency of baglog and white oyster mushroom; (3) the efficiency and marketing margin of baglog and white oyster mushroom. Location of research in UD Aroma Jamur is determined intentionally (Purposive Method). Sampling used is purposive sampling and snowball sampling. The data used are primary and secondary data analyzed by using margin analysis and marketing efficiency. The results of the study showed that: (1) The marketing channel of baglog consist of zero-level channel, one-level, two-level. The white oyster mushroom marketing channel consists of a zero-level, a two-level, three-level, and four-level: (2) marketing functions undertaken by marketing agencies of baglog and white oyster mushroom, is a function of purchasing, sales function, transport function, storage function, market information function, risk function, packaging function, and sorting function: (3) an efficient marketing channel of baglog is a one level channel with marketing margin of Rp. 1,000 / baglog and profit share equal to 87,5% and efficiency value equal to 12,5%. The most efficient white oyster mushroom marketing channel is a two-tier channel with a marketing margin of Rp. 5.250 / kg and a profit share of 94.77% and an efficiency rating of 4.54%.
Analisis Rantai Pasokan Cabai Merah di Kabupaten Banyuwangi Miftahul Jannah; Evita Sholiha Hani
UNEJ e-Proceeding 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu sentra penghasil cabai merah di Provinsi Jawa Timur. Produktivitas cabai merah mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh pengaruh cuaca. Kondisi tersebut menjadi kendala dalam memenuhi permintaan cabai merah. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui manajemen rantai suplai cabai merah di Kabupaten Banyuwangi; (2) mengetahui efisiensi rantai pasokan cabai merah di Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitik. Sampel untuk responden dipilih dengan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) manajemen rantai pasokan cabai merah di Kabupaten Banyuwangi diterapkan dengan membentuk (a) Struktur rantai pasokan cabai merah di Kabupaten Banyuwangi yang terdiri dari 10 lembaga yang merupakan petani, Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Cabang Kabupaten Banyuwangi (AACI) , supplier, pedagang pengumpul desa, pengirim langsung, pedagang besar di luar wilayah Kabupaten Banyuwangi, industri pengolahan, pedagang pasar, pengecer, dan konsumen. 2) Rantai pasokan cabai merah di Kabupaten Banyuwangi tidak efisien dikarenakan terdapat salah satu saluran distribusi yang tidak dapat memenuhi pendekatan margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran, yaitu saluran distribusi IV (pedagang pengumpul desa-pedagang pasar pedagang-pedagang-konsumen) memiliki farmer’s share 68,33%