Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Urban Heat Island di Kota Solok menggunakan Algoritma Landsat-8 OLI Landsurface Temperature Adenan Yandra Nofrizal
Media Komunikasi Geografi Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13755

Abstract

Pembangunan yang terjadi di Kota Solok akan menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi dengan meningkatnya lahan terbangun akan menyebabkan naiknya suhu permukaan (surface temperature) yang dapat menyebabkan terjadinya urban heat island. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu permukaan yang ada di Kota Solok dan daerah fenomena urban heat island dan hubungan antara perubahan penggunaan lahan terhadap suhu permukaan yang menyebabkan terjadinya urban heat island di daerah Kota Solok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan salah satu model Land Surface Temperature untuk mengetahui suhu permukaan dengan menggunakan aplikasi pengolahan citra digital selain itu juga menggunakan metode Object Base Image Analyst (OBIA) untuk mendapatkan penggunaan lahan yang ada di Kota Solok. Dengan menggunakan metode yang digunakan akan didapatkan suhu permukaan yang ada di Kota Solok dan daerah fenomena Urban Heat Island serta hubungannya penggunaan lahan dengan suhu permukaan.Kata Kunci : Suhu Permukaan, OBIA, Penggunaan Lahan
NORMALIZED DIFFERENCE BUILT-UPINDEX (NDBI) SEBAGAI PARAMETER IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN PERMUKIMAN KUMUH PADA KAWASAN PESISIR DI KELURAHAN KALANG KAWAL, KECAMATAN GUNUNG KIJANG, KABUPATEN BINTAN Adenan Yandra Nofrizal
Tunas Geografi Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v6i2.8572

Abstract

Permukiman merupakan bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung prikehidupan dan penghidupan. Sedangkan permukiman kumuh merupakan lingkungan hunian yang kualitasnya sangat tidak layak huni, ciri-cirinya antara lain; letaknya tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang, kepadatan bangunan tinggi, luas lahan terbatas, rawan penyakit sosial dan lingkungan, kualitas bangunan rendah, prasarana lingkungan tidak sehat, persampahan membahayakan penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan permukiman kumuh yang berada pada kawasan pesisir dengan menggunakan citra landsat-8 OLI. Parameter yang digunakan untuk deteksi permukiman kumuh pada kawasan pesisir adalah Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Lokasi penelitian ini adalah kawasan pesisir di Kelurahan Kalang Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perkembangan permukiman kumuh pada kawasan pesisir pantai dapat dideteksi dengan menggunakan citra Landsat-8 OLI dengan menggunakan parameter NDBI.Kata Kunci: Permukiman Kumuh, Kawasan Pesisir, NDBI