Fitri Noviyanti
Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Asosiasi Dan Distribusi Spasial Permukiman Kumuh Di Kota Yogyakarta Mohammad Isnaini Sadali; Fitri Noviyanti; Rifan Andika
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21102

Abstract

Kota Yogyakarta sebagai ibukota provinsi, pusat kota, pusat pelayanan, dan pusat ekonomi wilayah memiliki daya tarik bagi penduduk. Hal tersebut meningkatkan tekanan penduduk terhadap lahan dan menjadi penyebab masyarakat memilih lahan marginal untuk tempat tinggal di perkotaan. Permukiman kumuh muncul karena ketidakmampuan masyarakat memenuhi kebutuhan papan serta kurangnya kesadaran menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan sebaran permukiman kumuh dan asosiasinya dengan sungai utama di Kota Yogyakarta melalui analisis geospasial. Luas kawasan permukiman kumuh di Kota Yogyakarta sebesar 264,90 Ha atau 8,58 % dari luas Kota Yogyakarta, tersebar hampir di seluruh kecamatan (13 dari 14 kecamatan). Berdasarkan kedekatannya, permukiman kumuh di Kota Yogyakarta berasosiasi dengan ketiga sungai yang melintasi Kota Yogyakarta yaitu Sungai Winongo, Sungai Code, dan Sungai Gajah Wong. Kata kunci : Permukiman Kumuh; Geospasial; Pembangunan Wilayah
TIPOLOGI PELAKSANAAN KEGIATAN SMART CITY DI MASA PANDEMI COVID-19 (KASUS : KOTA YOGYAKARTA) Fitri Noviyanti; Achmad Djunaedi
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v18i2.829

Abstract

Perkembangan Smart City di berbagai belahan dunia saat ini harus beradaptasi dengan kondisi yang baru akibat terjadinya pandemi COVID-19. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota yang proses perkembangan smart city nya harus beradaptasi pada kondisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tipologi pelaksanaan Smart City dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tipologi pelaksanaan Smart City di Kota Yogyakarta di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. triangulasi sumber data dengan menggali kebenaran informasi tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data.  Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi data-data sekunder. Sedangkan pengolahan data dilakukan melalui reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang proses implementasinya lebih cepat di dominasi oleh kegiatan yang dilaksanakan secara daring, sedangkan kegiatan yang proses implementasinya terhambat didominasi oleh kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Selain itu kegiatan-kegiatan hasil inovasi baru didominasi oleh kegiatan yang bertujuan untuk mengendalikan kasus COVID-19 beserta pemulihan ekonomi. Faktor yang  mempengaruhi kondisi pelaksanaan kegiatan Smart City di Kota Yogyakarta terbagi kedalam enam kategori yakni kategori masyarakat, kondisi pemerintah, kondisi kegiatan, kondisi infrastruktur serta faktor kolaborasi.  AbstractThe current development of Smart City must adapt to new conditions due to the COVID-19 pandemic. Yogyakarta is one of the cities whose smart city development process must adapt to these conditions. The purpose of this study was to determine the typology of Smart City implementation and identify the factors that influence the typology of Smart City implementation in Yogyakarta City during the COVID-19 pandemic. This study uses a qualitative method. triangulation of data sources by exploring the truth of certain information through various methods and sources of data acquisition. Data was collected through in-depth interviews and observation of secondary data. Data processing is done through data reduction. The results show that activities whose implementation process is faster are dominated by activities carried out online, while activities whose implementation process is hampered are dominated by activities that cause crowds. In addition, activities resulting from new innovations are dominated by activities aimed at controlling COVID-19 cases and economic recovery. The factors that influence the conditions of implementing Smart City activities in the city of Yogyakarta are divided into six categories, namely the community category, government conditions, activity conditions, infrastructure conditions and collaboration factors.
TIPOLOGI PELAKSANAAN KEGIATAN SMART CITY DI MASA PANDEMI COVID-19 (KASUS : KOTA YOGYAKARTA) Fitri Noviyanti; Achmad Djunaedi
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 18 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v18i2.829

Abstract

Perkembangan Smart City di berbagai belahan dunia saat ini harus beradaptasi dengan kondisi yang baru akibat terjadinya pandemi COVID-19. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota yang proses perkembangan smart city nya harus beradaptasi pada kondisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tipologi pelaksanaan Smart City dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tipologi pelaksanaan Smart City di Kota Yogyakarta di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. triangulasi sumber data dengan menggali kebenaran informasi tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data.  Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi data-data sekunder. Sedangkan pengolahan data dilakukan melalui reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang proses implementasinya lebih cepat di dominasi oleh kegiatan yang dilaksanakan secara daring, sedangkan kegiatan yang proses implementasinya terhambat didominasi oleh kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Selain itu kegiatan-kegiatan hasil inovasi baru didominasi oleh kegiatan yang bertujuan untuk mengendalikan kasus COVID-19 beserta pemulihan ekonomi. Faktor yang  mempengaruhi kondisi pelaksanaan kegiatan Smart City di Kota Yogyakarta terbagi kedalam enam kategori yakni kategori masyarakat, kondisi pemerintah, kondisi kegiatan, kondisi infrastruktur serta faktor kolaborasi.  AbstractThe current development of Smart City must adapt to new conditions due to the COVID-19 pandemic. Yogyakarta is one of the cities whose smart city development process must adapt to these conditions. The purpose of this study was to determine the typology of Smart City implementation and identify the factors that influence the typology of Smart City implementation in Yogyakarta City during the COVID-19 pandemic. This study uses a qualitative method. triangulation of data sources by exploring the truth of certain information through various methods and sources of data acquisition. Data was collected through in-depth interviews and observation of secondary data. Data processing is done through data reduction. The results show that activities whose implementation process is faster are dominated by activities carried out online, while activities whose implementation process is hampered are dominated by activities that cause crowds. In addition, activities resulting from new innovations are dominated by activities aimed at controlling COVID-19 cases and economic recovery. The factors that influence the conditions of implementing Smart City activities in the city of Yogyakarta are divided into six categories, namely the community category, government conditions, activity conditions, infrastructure conditions and collaboration factors.