Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SUARA (SOUND) PADA TEMPAT KERJA (WORKPLACE) Erna Winansih
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2003): September 2003
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.922 KB) | DOI: 10.26905/mintakat.v4i1.1955

Abstract

Banyak faktor menentukan produktivitas dan kepuasan kita dalam bekerja tapi dalam dekade ini ahli psikologi telah menyadari bahwa lingkungan fisik merupakan mediator yang penting dalam penentuan produktivitas dan kepuasan pegawai atau pekerjanya. Kebisingan berpengaruh banyak pada perilaku bekerja. Dalam setting industri dapat mengakibatkan kehilangan pendengaran yang serius. Kebisingan yang amat sangat khususnya berbahaya jika pekerja tidak menyadari terjadinya kurang pendengaran yang lambat laun mengakibatkan ketulian dan hampir tidak dipersepsi. Selain melihat akibat-akibat dari kebisingan ini berpengaruh pada penurunan performansi, tergantung pada jenis pekerjaan atau tugas yang dikerjakan, personil itu sendiri (manusianya), dan tipe kebisingan. Kebisingan mengancam atau berpengaruh buruk terhadap performansi saat kombinasi pegawai tertentu, jenis tugas (pekerjaan) tertentu dan tipe kebisingan yang juga terjadi, tapi tidak dalam lingkungan lainnya.Pada jenis pekerjaan tertentu kebisingan justru cukup meningkatkan atau memberikan semangat (arouse) performansi seseorang. Kebisingan di kantor mungkin akan mempengaruhi perilaku interpersonal yang penting, mungkin dengan berkurangnya tolong menolong. Terdapat juga dugaan bahwa jika seseorang terpapar dengan kebisingan atau suara yang keras dalam jangka waktu yang lama akan berpengaruh pada fisiologis selain kehilangan pendengaran (tuli).
Outdoor thermal comfort performance in urban heat island mitigation: A Simulation-Based assessment in a commercial district using ENVI-met Miftahul Huda; Respati Wikantiyoso; Nurul Aini; Pindo Tutuko; Erna Winansih
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 11 No 2 (2026): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | April 2026 ~ June 2026
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v11i2.5132

Abstract

Outdoor thermal discomfort in commercial districts presents a critical challenge in tropical urban environments, where elevated air temperatures and intense solar radiation limit the usability and comfort of open spaces. This study evaluates the effectiveness of Urban Heat Island (UHI) mitigation strategies in enhancing outdoor thermal comfort within a commercial district through ENVI-met simulations. Four intervention scenarios were developed and compared against existing conditions, encompassing structural-based, vegetation-based, surface material–based, and integrated approaches. Simulations were conducted for the hottest day of the dry season, with thermal comfort assessed at pedestrian height (1.4 m) using the Physiological Equivalent Temperature (PET) index. Structural interventions produced an average PET reduction of 1.24 K, demonstrating localized cooling effects, whereas vegetation-oriented strategies achieved the most substantial improvement, reducing average PET by up to 3.91 K. In contrast, material-based interventions exhibited the least efficacy, yielding a maximum average PET reduction of only 0.32 K and even contributing to increased PET during daytime hours due to reflected solar radiation. The combined intervention scenario delivered a more balanced outcome, with average PET reductions reaching 2.60 K. Despite these interventions, PET values largely remained within the “very hot” category, underscoring the necessity for radiation-sensitive urban design approaches that prioritize vegetation-centric mitigation strategies.