Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAJA PADA SELF COMPACTING CONCRETE MUTU TINGGI Gabriella Agnes Luvena; M.Fauzie Siswanto; Ashar Saputra
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.172 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1526

Abstract

Permasalahan pada struktur terowongan dan jembatan bentang panjang adalah kesulitan pengecoran dan sifat getas beton yang menyebabkan retak-retak. Maka, diperlukan penelitian tentang penambahan serat pada beton untuk mendapatkan beton dengan durabilitas dan workablity lebih baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan serat baja pada sifat fisik dan mekanik self-compacting concrete mutu tinggi dengan target fc’=70 MPa. Serat baja yang digunakan bermerek Dramix 3D dengan diameter 0,75 mm, rasio panjang-diameter (l/d) 80 dan variasi volume fraksi 0%, 0,5%, 0,75%, dan 1%. Sifat fisik beton segar yang diuji adalah slump flow, V-funnel, dan L-box. Sifat mekanik yang diuji adalah kuat tekan beton dan ketahanan kejut beton pada saat umur 7, 14 dan 28 hari. Pengujian kuat tekan mengacu kepada standar SNI 03-1974-1990. Pengujian ketahanan kejut beton menggunakan standar ACI committee 544. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kadar serat baja akan menurunkan workability beton segar SCC mutu tinggi. Sifat fisik beton segar dengan serat 0,5% dan 0,75% memenuhi syarat dalam The European Guidelines For Self Compacting Concrete (TEGFSCC-2005) tetapi SCC dengan serat 1% tidak memenuhi syarat. Hasil rerata pengujian kuat tekan dan ketahanan kejut pada SCC dengan kadar serat  0%,0,5%, 0,75%, dan 1% umur 28 hari adalah 85,44 MPa, 79,94 MPa, 90,38 MPa, 91,729 MPa dan 9, 23,67, 25, serta 27 pukulan hingga beton runtuh total. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan penggunaan serat 0,75% dari volume beton karena dapat meningkatkan sifat mekanik beton dan memenuhi untuk semua persyaratan self-compacting concrete.
THE EFFECTIVENESS OF THE REHABILITATION AND RECONSTRUCTION PROGRAM FOR POST-EARTHQUAKE COMMUNITY HOUSES IN NORTH LOMBOK REGENCY IN 2018 Ilhamius Hamit; Ashar Saputra; M. Fauzie Siswanto
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol 12 No 3 (2023): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v12i3.35114

Abstract

Data published by the Government of Nusa Tenggara Barat Province in 2021, the progress of earthquake-resistant house construction in Lombok Utara Regency until July 9th, 2022, has completed 41,750 heavily damaged houses, 1,029 moderately damaged houses and 298 lightly damaged. From the data, there are still 9,040 houses whose physical progress is still in the implementation stage. This research aims to determine the effectiveness of rehabilitating and reconstructing the community houses post-Lombok Earthquake in 2018. The research method used in this research is a descriptive quantitative method with a purposive sampling technique. The research variables were taken from Perka BNPB No. 11 Tahun 2008 and adjusted with existing research objectives. The variables were Program Readiness, Program Planning, Program Implementation, and Program Monitoring and Evaluation. The sample in this research was 100 respondents from the earthquake-affected Lombok 2018 community who received earthquake-resistant house assistance and facilitators who assisted in the housing construction. Data collection in this research was conducted in Lombok Utara Regency through questionnaires, observations, and interviews. The data analysis used in this research was using the Likert scale. The research results show that the Post Disaster Community House Rehabilitation and Reconstruction Program in Lombok Utara Regency 2018 has run quite effectively. The average analysis of effectiveness using the Likert scale yields 66.83% for program readiness, 71.60% for program planning, 71.4% for program implementation, and 69.53% for program monitoring and evaluation. The average effectiveness rate produced in this research was 69.84%.
EFEKTIVITAS SOIL STABILIZER TERHADAP BETON YANG MENGGUNAKAN PASIR DENGAN KANDUNGAN LEMPUNG TINGGI Anshafa, Hakan Malika; Ashar Saputra; Suprapto Siswosukarto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i2.10727

Abstract

Indonesia terletak di daerah rawan gempa sehingga kuat tekan beton untuk struktur tahan gempa harus terpenuhi. Namun, material pasir lokal terkadang memiliki kandungan lumpur tinggi yang menyebabkan penurunan kuat tekan beton sehingga harus menambah biaya untuk mendatangkan pasir dari lokasi lain. Saat ini sudah ditemukan bahan soil stabilizer yang digunakan untuk meningkatkan kuat dukung tanah dengan membentuk mineral gibbsite dan ettringite. Akan tetapi, efektivitasnya terhadap kekuatan beton dengan pasir berlumpur belum diketahui. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh soil stabilizer dalam memperbaiki kuat tekan beton yang menggunakan pasir berlumpur. Lumpur sebagai zat pengganggu yang digunakan adalah lempung dengan kadar 10%, 20%, dan 30% serta soil stabilizer sebesar 0 kg/m3, 1 kg/m3, dan 1,5 kg/m3 untuk setiap kadar lempung. Tiap variasi diuji kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Rancangan mix design dibuat sama untuk semua variasi. Hasil penelitian menunjukkan soil stabilizer belum bekerja efektif pada umur 7 dan 14 hari pada kadar lempung 20% dan 30%. Pada umur 28 hari, penambahan soil stabilizer meningkatkan kuat tekan pada semua kadar lempung. Pada kandungan lempung 10%, kuat tekan maksimal didapatkan pada penambahan soil stabilizer 1,5 kg/m3 sebesar 23,25 MPa dengan kenaikan 9% dibandingkan tanpa soil stabilizer. Untuk kadar lempung 20%, didapatkan kuat tekan maksimal 15,57 MPa dengan kenaikan 9% pada penambahan soil stabilizer 1 kg/m3. Sementara untuk kadar lempung 30%, kuat tekan tertinggi sebesar 12,10 MPa dengan kenaikan 12% pada penambahan soil stabilizer 1,5 kg/m3.