Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kondisi Karang Batu di Perairan Pulau Mantihage Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara Jemmy Souhoka
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 17, No 3 (2012): October 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v17i3.142

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan pesisir yang dijumpai hampir di seluruh perairan pantai Indonesia. Keberadaan ekosistem ini sangat penting bagi kehidupan organisme yang ada didalamnya maupun yang berasosiasi dengannya. Karang batu merupakan salah satu komponen utama pembentuk ekosistem ini. Penelitian terumbu karang telah dilakukan di Pulau Mantihage Propinsi Sulawesi Utara pada 5 stasiun pengamatan di bulan September 2010 menggunakan metode transek garis. Tujuan penelitian ini mengetahui kondisi karang batu di perairan Pulau Mantihage. Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase karang batu tertinggi di jumpai di stasiun 2 sebesar 71,57% dan terendah di stasiun 4 sebesar 27,90%. Nilai keanekaragaman jenis (H) tertinggi 1,07 dijumpai di stasiun 2 dan terendah 0,69 di stasiun 5. Kemerataan jenis (j) tertinggi 0,72 ditemukan di stasiun 4 dan terendah 0,44 yang ditemukan di stasiun 5. Sebanyak 97 jenis karang batu milik 15 suku ditemukan di area penelitian. Secara umum rata-rata persentase karang batu di perairan Pulau Mantihage sebesar 45,78 % yang berarti masuk dalam kategori sedang.Kata kunci: Kondisi, karang batu, Pulau Mantihage, Sulawesi Utara
Struktur Komunitas Karang Jamur (Fungiidae) di Perairan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah Jemmy Souhoka
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 1, No 2 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v1i2.991

Abstract

Karang jamur (Fungiidae) termasuk salah satu suku karang keras (Scleractinian) yang hidup soliter dan bebas tidak melekat pada substrat dasar perairan. Penelitian tentang jenis karang jamur dan struktur komunitasnya belum banyak terungkap, salah satunya di perairan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Tujuan penelitian ini mendapatkan data komposisi jenis dan struktur komunitas karang jamur di perairan Pulau Haruku. Penelitian struktur komunitas karang jamur telah dilakukan pada bulan April 2014 di perairan Pulau Haruku yang bertempat di 4 lokasi yaitu Desa Hulaliu (Stasiun 1), Desa Aboru (Stasiun 2), Desa Haruku (Stasiun 3) dan Desa Kailolo (Stasiun 4). Metode penelitian yang digunakan yaitu transek sabuk dengan luas transek 140m² (2x70m). Hasil analisis ditemukan 12 jenis karang jamur yang mewakili 6 genus. Karang jamur jenis Fungia concinna, Fungia fungites dan Herpolitha limax sangat dominan ditemukan di perairan Pulau Haruku. Nilai indeks keanekaragaman spesies (H) berkisar dari 0,72 – 0,92 dalam kondisi rendah atau tidak stabil. Nilai keseragaman jenis (E) berkisar dari 0,72 – 0,90 yang berarti komunitas labil sampai stabil. Nilai indeks dominansi jenis (D) berkisar dari 0,15 – 0,28 yang berarti dominansi rendah. Kekayaan jenis (d) berkisar dari 4,34 – 6,38. Kepadatan karang jamur untuk tiap stasiun berkisar dari 0,25 (Stasiun 4) – 0,50 individu/m² (Stasiun 1). Perairan pulau Haruku cukup baik bagi pertumbuhan karang jamur.
Sebaran dan Kondisi Karang Batu di Perairan Kecamatan Wori, Sulawesi Utara Jemmy Souhoka
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 15, No 1 (2010): February 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v15i1.2652

Abstract

Hard or stony coral is one important component to structure the coral reef ecosystem and play a significant role for its marine life and its surrounding. Therefore, the condition of reef ecosystem needs to be maintained. Research on stony coral condition and distribution in waters of Wori Village, North Sulawesi, was conducted in April 2008. Line Intercept Transect was applied to assess the coral condition. A 50 m line transect was set on the 5 - 7 m depth horizontally coastal line with assumption that in this depth, coral growth well. The results of this study show that the condition of coral was between 1,00 and 53,44% indicating the condition ranged from bad to good category. Stony coral distribution was found up to 20 m depth, with the highest diversity and evennes indices were 1,06 at station 3, and 0,56 at station 4, respectively. Numbers of stony coral were 99 species belonging to 40 genus and 14 families.
Keanekaragaman Jenis Dan Persentase Tutupan Karang Keras Di Perairan Desa Tumbak, Kabupaten Minahasa Tenggara Jemmy Souhoka
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.243 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v1i2.938

Abstract

Karang keras merupakan salah satu komponen pembentuk ekosistem terumbu karang dan perannya sangat penting baik secara biologi maupun ekologi dalam suatu perairan pesisir. Tujuan penelitian ini untuk mengiventarisasi jenis-jenis karang keras dan melihat persentase tutupan karang keras di perairan desa Tumbak, Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian karang keras di perairan desa Tumbak, Kabupaten Minahasa Tenggara dilakukan pada bulan Pebruari 2018 dengan menggunakan metode transek garis yang dilakukan di sebelas lokasi yaitu Stasiun 1(Bohanga), Stasiun 2 (Tangonggo), Stasiun 3(Tongapen), Stasiun 4(P.Punten),Stasiun 5(DPL.Tumbak Madani),Stasiun6(P. Balengbaleng), Stasiun 7(Tumbak Madani), Stasiun 8(Nyare Panjang), Stasiun 9(Katama Rumbia), Stasiun 10(Bentenan Indah) dan Stasiun 11(Tg. Papaya). Hasil analisis menunjukkan jumlah jenis karang keras yang ditemukan sebanyak 85 jenis yang termasuk dalam 32 marga. Indeks keanekaragaman jenis (H) berkisar dari 0,71 sampai 1,45, indeks kemerataan jenis (E) berkisar dari 0,77 sampai 0,92 dan indeks dominansi (D) berkisar dari 0,05 sampai 0,25. Persentase tutupan karang keras berkisar dari 42,68 % sampai72,70% yang berarti masuk kategori sedang sampai baik. Pola pertumbuhan koloni karang keras yang dominan di perairan desa Tumbak adalah karang bercabang, karang acropora bercabang dan karang masif. Jenis karang keras yang sangat umum ditemukan yaitu Porites nigrecens, Acropora formosa dan Porites lutea.
Hydrology Monitoring In Conjunction With The Condition Of Coral Reefs In The Waters of Talise Island, North Sulawesi Jemmy Souhoka; Simon I Patty
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 3 (2013): EDISI MEY - AGUSTUS 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.3.2013.2579

Abstract

ABSTRACT Monitoring hydrologic conditions in the waters of Talise Island, North Sulawesi has been conducted in July and October 2009. The result showed that the temperature ranged from 28.85 to 30.70 °C, salinity between 33.0 to 34.0 o/oo, the turbidity up to 24 m, dissolved oxygen between 5.05 to 6.01 ppm, phosphate between 0.015 to 0.056 mg/l, nitrate between 0.003 to 0.020 mg/l and pH between 6.91 to 8.18. These values were still preferable for coral growth and developments, and still in the range of the criterias established by the Ministry for Population and Environment (KLH) for various interests. Variation of hydrological conditions were not the cause of coral damage in the waters of Talise Island. Keywords : monitoring, hydrology, coral reef, Talise island, North Sulawesi   ABSTRAK Pemantauan kondisi hidrologi di perairan  Pulau Talise, Sulawesi Utara telah dilakukan pada bulan Juli dan Oktober 2009. Hasilnya menunjukkan suhu berkisar antara 28,85-30,70 oC, salinitas antara 33,0-34,0 o/oo, kecerahan antara tampak dasar td-24 m, oksigen terlarut antara 5,05-6,01 ppm, zat hara fosfat antara 0,015-0,056 mg/l,  nitrat antara 0,003-0,020 mg/l dan pH antara 6,91-8,18. Nilai-nilai tersebut masih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan karang, dan masih sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) untuk berbagai kepentingan. Variasi kondisi hidrologi bukan merupakan penyebab kerusakan karang di perairan Pulau Talise. Kata kunci : pemantauan, hidrologi, terumbu karang, Pulau Talise, Sulawesi Utara