Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Collembola Lantai Hutan Di Kawasan Hulu Sungai Tabalong Kalimantan Selatan Cahyo Rahmadi; Yayuk R. Suhardjono; Iwing Andayani
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2004): October 2004
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i3.2915

Abstract

Collembola in Kalimantan Island is poorly studied even this island has high value of biodiversity especially Collembola. Taxonomically, Collembola in Borneo was studied well by Yosii in Sabah (Malaysia) in the other side, very few report about ecology of Collembola in Kalimantan. This research was aimed to study the ecology of Collembola in five different forest types i.e. 3 natural forest and two Industrial tree plantation (HTI). This study was done in forest on Upper Tabalong River at June 2002. Collembola was collected by using a pitfall traps and soil-litter samples. Each forest type had twenty pitfall traps were set along two transects with 100 in length and operated for four days. Five soil-litter samples were collected in each forest type and modification of Berlese funnel was used to sort out Collembola from soil and litter for two weeks. The results of study show that dominant families in study sites are Paronellidae, Dicyrtomidae and Entomobryidae. These families are surface dwelling Collembola that live on soil surface among the litter. Five different forest types have different Collembolan composition due to different microhabitat, which had different vegetation and diversity. Number of species and individual of Collembola was showed that the highest of Collembola both species and individual was in natural forest (Km 57/Arboretum) and the lowest one was in Industrial tree plantation (HTI 1/Acacia mangium).The richness of collembola was affected by diversity of vegetation in each site and condition of forest floor.
Collembola permukaan tanah kebun karet Lampung Fatimah Fatimah; Endang Cholik; Yayuk R. Suhardjono
ZOO INDONESIA Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v21i2.344

Abstract

Penelitian Collembola tanah dilakukan di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedongtatan, Kabupaten Pesawaran pada bulan April 2012 yang lalu. Penelitian yang dilakukan merupakan langkah awal untuk mengamati Collembola pada lantai perkebunan karet khususnya di Lampung. Lokasi yang diamati terbagi menjadi 6 petak dengan komposisi vegetasi yang beragam. Metode koleksi yang digunakan adalah perangkap sumuran, pengambilan contoh serasah dan tanah. Dari penelitian ini diperoleh Collembola sebanyak 13.170 individu dari 40 famili (suku) dan 4 ordo (bangsa). Terdapat perbedaan keanekaragaman spesies antar petak yang diamati diduga terkait dengan perbedaan komposisi vegetasi yang berpengaruh terhadap kondisi serasah dan humus di bawahnya. Beberapa spesies terperangkap dalam jumlah ratusan sampai ribuan, seperti Cerathophysella sp., Acrocyrtus sp. 1, Acrocyrtus sp. 2, Entomobryidae sp. 1, Cryptopygus sp. 1, dan Arrhopalites sp. 1. Beberapa spesies lainnya dijumpai dalam jumlah banyak tetapi kurang dari 100 individu. Lapisan permukaan memiliki angka keanekaragaman dan jumlah spesies lebih tinggi dibanding serasah dan tanah. Beberapa spesies yang terperangkap di perangkap sumuran, juga merupakan spesies yang menghuni vegetasi tumbuhan bawah, seperti anggota Paronellidae dan beberapa Entomobryidae. Ditinjau dari spesies yang dominan, ternyata hanya diwakili oleh beberapa yaitu dari ordo Poduromorpha hanya 2 spesies Hypogastruridae, ordo Entomobryomorpha diwakili oleh anggota famili Entomobryidae (7 spesies), Isotomidae (2 spesies) dan Paronellidae (1 spesies). Sedangkan Symphypleona diwakili 3 famili yaitu Arrhopalitidae, Dicyrtomidae dan Sminthuridae, masing-masing satu spesies.
Collembola permukaan tanah kebun karet Lampung Fatimah Fatimah; Endang Cholik; Yayuk R. Suhardjono
ZOO INDONESIA Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v21i2.344

Abstract

Penelitian Collembola tanah dilakukan di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedongtatan, Kabupaten Pesawaran pada bulan April 2012 yang lalu. Penelitian yang dilakukan merupakan langkah awal untuk mengamati Collembola pada lantai perkebunan karet khususnya di Lampung. Lokasi yang diamati terbagi menjadi 6 petak dengan komposisi vegetasi yang beragam. Metode koleksi yang digunakan adalah perangkap sumuran, pengambilan contoh serasah dan tanah. Dari penelitian ini diperoleh Collembola sebanyak 13.170 individu dari 40 famili (suku) dan 4 ordo (bangsa). Terdapat perbedaan keanekaragaman spesies antar petak yang diamati diduga terkait dengan perbedaan komposisi vegetasi yang berpengaruh terhadap kondisi serasah dan humus di bawahnya. Beberapa spesies terperangkap dalam jumlah ratusan sampai ribuan, seperti Cerathophysella sp., Acrocyrtus sp. 1, Acrocyrtus sp. 2, Entomobryidae sp. 1, Cryptopygus sp. 1, dan Arrhopalites sp. 1. Beberapa spesies lainnya dijumpai dalam jumlah banyak tetapi kurang dari 100 individu. Lapisan permukaan memiliki angka keanekaragaman dan jumlah spesies lebih tinggi dibanding serasah dan tanah. Beberapa spesies yang terperangkap di perangkap sumuran, juga merupakan spesies yang menghuni vegetasi tumbuhan bawah, seperti anggota Paronellidae dan beberapa Entomobryidae. Ditinjau dari spesies yang dominan, ternyata hanya diwakili oleh beberapa yaitu dari ordo Poduromorpha hanya 2 spesies Hypogastruridae, ordo Entomobryomorpha diwakili oleh anggota famili Entomobryidae (7 spesies), Isotomidae (2 spesies) dan Paronellidae (1 spesies). Sedangkan Symphypleona diwakili 3 famili yaitu Arrhopalitidae, Dicyrtomidae dan Sminthuridae, masing-masing satu spesies.