Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Mathvision : Jurnal Matematika

OPTIMASI WAKTU TUNGGU LALU LINTAS DENGAN MENGGUNAKAN GRAF KOMPATIBEL SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KEMACETAN Ayuk Khoirotun Nisa; Lilik Muzdalifah
MathVisioN Vol 3 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Prodi Matematika FMIPA Unirow Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.208 KB) | DOI: 10.55719/mv.v3i1.240

Abstract

Abstrak – Kemacetan lalu lintas sering terjadi pada suatu persimpangan. Kemacetan tersebut timbul disebabkan oleh beberapa hal, salah satuya adalah kurang optimalnya nyala lampu lalu lintas pada persimpangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengoptimalkan waktu tunggu lampu lalu lintas dengan menggunakan graf kompatibel. Dalam penelitian ini menggunakan data primer pada persimpangan karangwaru Tuban dengan menggunakan variabel waktu. Arus lalu lintas yang kompatibel merupakan dua arus lalu lintas jika keduanya berjalan bersamaan dapat berjalan aman dan tidak akan berpotongan. Hasil perhitungan waktu tunggu total menggunakan graf kompatibel pada persimpangan karangwaru dengan arus lalu lintas mengikuti isyarat lampu lalu lintas adalah 150 detik. Waktu tunggu total optimal tersebut lebih kecil dari waktu tunggu total yang diterapkan saat ini di persimpangan karangwaru yaitu 506 detik.
PENGELOMPOKAN KEBUTUHAN JUMLAH AIR AKIBAT KEKERINGAN DI KABUPATEN TUBAN PADA TAHUN 2020 DENGAN ALGORITMA K-MEANS Kurniawan Indra Jaya; Lilik Muzdalifah
MathVisioN Vol 4 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Prodi Matematika FMIPA Unirow Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/mv.v4i2.466

Abstract

Bencana Kekeringan di Kabupaten Tuban terjadi hampir setiap tahun. Bencana kekeringan jika dibiarkan dapat berdampak besar bagi kehidupan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban merupakan instansi pemerintah yang bertugas menanggulangi bencana tersebut. Bencana kekeringan dapat diatasi dengan pengelolaan pemenuhan pasokan air yang efektif dan efesien. Untuk itu, pada kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) kelompok kami mengangkat masalah Pengelompokan kebutuhan jumlah liter air berdasarkan wilayah desa yang terdampak. Pengelompokan ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kebutuhan air tinggi, kelompok kebutuhan air sedang, dan kelompok kebutuhan air rendah. Terdapat 10 desa yang termasuk dalam kelompok kebutuhan air tinggi atau C3. Jumlah liter air yang dibutuhkan desa tersebut antara 119.000 liter sampai dengan 126.000 liter air. Terdapat 9 desa yang termasuk kedalam kelompok kebutuhan air sedang atau C2. Jumlah liter air yang dibutuhkan desa tersebut antara 84.000 liter sampai dengan 105.000 liter air. Dan terdapat 4 desa yang termasuk kedalam kelompok kebutuhan air yang rendah atau C1. Jumlah liter air yang dibutuhkan desa tersebut antara 42.000 liter air.
PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM PEMBOBOTAN RUTE UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS DESTINASI WISATA Intan Nur Cahayati; Lilik Muzdalifah
MathVisioN Vol 6 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Prodi Matematika FMIPA Unirow Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/mv.v6i1.1100

Abstract

Kabupaten Tuban memiliki potensi besar untuk menjadi kota destinasi wisata yang menarik. Dengan perkembangan teknologi informasi, peluang untuk meningkatkan kualitas informasi pariwisata semakin terbuka lebar. Salah satu contoh peningkatan informasi tentang pariwisata adalah dengan menyertakan foto, video, deskripsi wisata, rute wisata, peringkat, dan umpan balik dari pengunjung pada media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan informasi pariwisata di Kabupaten Tuban dengan fokus pada pembobotan rute tiap wisata dengan menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW). Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui studi literatur, analisis data dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi jalandengan beberapa kriteria yaitu: jarak, fasilitas umum, kondisi jalan dan jenis kendaraan. Setelah itu, dilakukan pembobotan dengan menggunakan metode SAW. Hasil yang didapat dari optimalisasi metode SAW berupa perangkingan dan rekomendasi data destinasi wisata Kota Tuban, adapun salah satu hasil dari hasil rangking teratas atau rangking satu pada wisata discovery of forest terhadap 25 wisata adalah   wisata air panas nganget dengan nilai preferensi 1.00.  Penelitian ini menunjukkan bahwa metode SAW dapat digunakan untuk menentukan bobot tiap rute wisata dan menjadi rekomendasi wisatawan untuk memilih destinasi wisata.
ANALISIS MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN JAGUNG DENGAN KETIDAKPASTIAN PERMINTAAN Muzdalifah, Lilik; Kuryati, Yaya
MathVisioN Vol 6 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Matematika FMIPA Unirow Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/mv.v6i2.1455

Abstract

Pengendalian persediaan (inventory control) adalah suatu proses manajemen terkait pemantauan, perencanaan, dan pengaturan persediaan barang atau bahan. Pengendalian persediaan diperlukan untuk menjamin perusahaan memiliki persediaan yang cukup untuk memenuhi permintaan dengan meminimalkan biaya. CV. Banyu Biru Alam (BBA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi jagung yang berlokasi di Desa Mander Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban. CV BBA memiliki dua (2) gudang dan lima belas (15) daerah distribusi yang tersebar di Pulau Jawa. Dalam kasus persediaan barang, CV BBA menghadapi permasalahan terkait tingginya biaya pesan dikarenakan waktu pemesanan yang belum terorganisir, serta adanya tambahan permintaan dari pabrik yang tidak pasti dan tidak terpenuhi karena keterbatasan stok sehingga perusahaan melakukan pembelian dari suplier cadangan dengan harga yang lebih mahal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku jagung di CV Banyu Biru Alam guna meningkatkan produktivitas penjualan, efisiensi biaya, dan pemenuhan permintaan. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang didapatkan melalui studi literatur dan wawancara. Data yang digunakan meliputi data gudang dan suplier, persediaan dan permintaan, biaya pesan, dan biaya simpan. Data diolah menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) probalistik dengan mempertimbangkan faktor ketidakpastian permintaan. Dari hasil penelitian didapatkan q optimal sebesar 2943.966 ton, titik pemesanan kembali sebesar 32.374 ton, dan safety stock sebesar 7.904 ton. Artinya, CV BBA dapat melakukan pesanan optimal sebesar 2944 ton, sebanyak 3 (tiga) kali dalam tahun 2021. CV BBA harus melakukan pemesanan kembali saat persediaan mencapai 33 ton dan memiliki persediaan lebih sebesar 8 ton setiap kali pesan. Dengan menggunakan model pengendalian persediaan (inventory control) metode EOQ probabilistik, CV BBA dapat memenuhi permintaan pabrik tanpa harus kehabisan barang serta meminimalkan biaya.