Dewasa ini, kebutuhan perusahaan terhadap fungsi manajemen proyek tidak dapat dipandang sebelahmata. Hal ini karena dalam melakukan proses produksi,perusahaan harus mampu menghasilkan suatuproduk,baik barang maupun jasa yang sesuai dengan kriteria,waktu, dan besarnya biaya yang telahditetapkan.perubahan terhadap salah satu dari ketiga faktor tersebut dapat mempengaruhi dua faktorlainya, CV.PUTRI TUNGGAL adalah suatu bentuk perusahaan dalam bidang contractor dan suplier,melakukan perencanaan dan rancang bangun.untuk menunjang kinerja pegawai dan perusahaan makadiperlukan sebuah sistem informasi yang dapat mengolah data proyek dengan cepat dan akurat, faktanyasistem yang ada belum terkomputerisasi dan pengolahan data proyek , anggaran biaya dan transaksimasih terlihat secara manual. Maka dari itu penelitian ini dimaksudkan untuk membuat sistem informasimanajemen proyek yang telah terkomputerisasi dan datanya telah terintegrasi. CPM sendiri merupakanmetode dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan suatu proyek. Banyak masalah yang dapatdiatasi dengan penggunaan metode lintasan kritis, sehingga sistem ini merupakan metode yang palingbanyak dipergunakan di antara semua sistem yang memakai prinsip pembentukkan jaringan.Penggunaan teknik CPM penyusunan jaringan kerja diidentifikasikan ke arah kegiatan sertamenggunakan “simple time estimates†sebagai waktu pelaksanaan. Tujuan penelitian ini yang adalahuntuk mempercepat proses penyampaian informasi yang diinginkan, dan membuat data proyek menjaditerintegrasi sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisien dalam pengolahan data proyek. Metodejalur kritis membuat durasi pekerjaan menjadi lebih cepat dari sebelumnya karena aktivitas pekerjaandiurutkan dan dirangkai menjadi sebuah network atau jaringan kerja yang tidak boleh mengalamipenundaan yang berakibat penundaan proyek secara keseluruhan.Kata Kunci : Manajemen Proyek, Metode Jalur Kritis, CPM Method , Jaringan Kerja, Float.