Agustina Susilowati
Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Comparative effectiveness of the ethanol extract and infusion of green tea leaves (Camellia Sinensis L.) as a diuretic in male swiss mice Agustina Susilowati; Sista Nanda Indratika
Pharmaciana Vol 10, No 2 (2020): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.044 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v10i2.16839

Abstract

Green tea (Camellia sinensis L.) contains flavonoid compounds and methylxanthine and has proven efficacy as a diuretic. The dosage form is among the factors determining the biological effects of a drug. This experimental study set out to determine the effectiveness of the ethanol extract and infusion of green tea leaves as a diuretic in male Swiss mice. A total of 20 male Swiss mice were divided into four groups receiving different daily treatments: group I (given 1% Na-CMC), group II (furosemide at a dose of 5.2 mg/kg BW), group III (ethanol extract of green tea leaves at a dose 70 mg/kg BW), and group IV (green tea leaf infusion at a dose of 70mg/kg BW). Before the treatment, all groups were given warm water orally (0.4 ml/20g BW), then the effects of diuretics were measured from urine volume for six hours. The data were analyzed statistically by one-way analysis of variance (ANOVA), followed by LSD comparison tests, with p<0.05 indicating any significantly different means. Based on the phytochemical screening results, the ethanol extract and infusion of green tea leaves contained alkaloids, flavonoids, and tannins. The mean cumulative urine volume in group I was 0.260±0.185 ml, group II 0.869±0.162 ml, group III 0.866±0.197 ml, and group IV 0.642±0.187ml. Compared to furosemide, the diuretic activity of the ethanol extract of green tea leaves (0.997±0.182) was not significantly different (p>0.05) from that of the green tea leaf infusion (0.739±0.182). In conclusion, green tea leaves can be used as diuretics in two dosage forms, namely extract and infusion.
Efektifitas Gel Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Jumlah Fibroblast pada Proses Penyembuhan Luka Insisi Tikus Jantan Galur Sprague Dawley Agustina Susilowati; Dian Ratna Rianti; Erma Yunita; Nanda Syta Nur&#039;aini
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.355 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.52451

Abstract

Obat penyembuhan luka saat ini retalif mahal dan memungkinkan terjadinya efek samping dalam penggunaannya, sehingga perlu dikembangkan obat penyembuhan luka yang berasal dari tanaman herbal. Tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai penyembuh luka yaitu tanaman asam jawa (Tamarindus indica). Asam jawa memiliki senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang berfungsi sebagai penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui efektifitas gel ekstrak etanol daun asam jawa terhadap jumlah fibroblast pada proses penyembuhan luka insisi tikus jantan galur Sprague Dawley. Metode dari penelitian ini yaitu eksperimental dengan menggunakan 25 ekor tikus dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok I (kontrol negatif), kelompok II (kontrol positif, kelompok III, IV dan V diberikan sediaan gel ekstrak etanol daun asam jawa 0,5%, 1% dan 2%. Hasil dari penelitian diketahui bahwa gel ekstrak etanol daun asam jawa dengan konsentrasi 0,5%, 1% dan 2% tidak berbeda bermakna (p>0,05) dengan kelompok kontrol positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun asam jawa konsentrasi 0,5%, 1% dan 2% dapat berperan sebagai penyembuh luka insisi dengan mekanisme meningkatkan jumlah fibroblast.
UJI PARAMETER MUTU, NILAI GIZI, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERBAGAI PRODUK TEH CELUP (TEH PUTIH, TEH KUNING, TEH HIJAU, DAN TEH OOLONG): PARAMETER TESTS OF QUALITY, NUTRITIONAL VALUE, AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF VARIOUS TEA PRODUCTS (WHITE TEA, YELLOW TEA, GREEN TEA, AND OOLONG TEA) Agustina Susilowati; Iqbal Khoiruddin Syahida; Istnaini Novi Wahyuningsih; Evi Nindyawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.670

Abstract

Hipertensi dapat disebabkan oleh tingginya kadar ROS (Reactive Oxygen Species) yang menghambat aliran oksigen ke jantung dan otak. Salah satu alternatif pencegahan risiko penyakit tersebut dapat dilakukan dengan mengonsumsi antioksidan. Efek yang menguntungkan pada teh hijau adalah kuatnya efek antioksidan oleh komponen polifenol teh hijau. Penelitian ini bertujuan agar untuk mengetahui mutu, nilai gizi, dan aktivitas dari berbagai produk teh celup. Penelitian ini meliputi uji parameter mutu, uji nilai gizi, uji total fenolik, uji total flavonoid, dan uji antioksidan berbagai produk teh yaitu teh putih, teh kuning, teh hijau, dan teh oolong. Hasil uji pada keempat variasi teh celup memiliki mutu yang kadar air kurang dari 10%, kadar abu total kurang dari 8%, kadar abu tidak larut asam kurang dari 1%, serta tidak mengandung cemaran logam timah. Keempat variasi teh celup ini juga memiliki nilai gizi yaitu mengandung lemak, protein, dan karbohidrat. Dari keempat jenis teh, teh oolong yang memiliki total fenol yang terbanyak yaitu 807,97±1,64 ppm dan teh putih yang memiliki flavonoid total yang terbanyak yaitu 11,25±0,12 ppm. Aktivitas antioksidan teh oolong (IC50: 91,33±0,41 ppm) dan teh putih (IC50: 96,54±0,39 ppm) yang tergolong kuat, sedangkan untuk aktivitas antioksidan teh hijau (IC50: 107,84±0,11 ppm) dan teh kuning (IC50: 124,97±0,51 ppm) yang tergolong sedang. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keempat variasi teh ini memiliki mutu sudah sesuai dengan standar SNI 2014, mengandung nilai gizi dan adanya aktivitas antioksidan dari keempat variasi teh ini memiliki potensi sebagai antihipertensi melalui jalur antioksidan. Kata kunci : parameter mutu, nilai gizi, aktivitas antioksidan, teh
UJI PARAMETER MUTU, NILAI GIZI, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERBAGAI PRODUK TEH CELUP (TEH PUTIH, TEH KUNING, TEH HIJAU, DAN TEH OOLONG): PARAMETER TESTS OF QUALITY, NUTRITIONAL VALUE, AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF VARIOUS TEA PRODUCTS (WHITE TEA, YELLOW TEA, GREEN TEA, AND OOLONG TEA) Agustina Susilowati; Iqbal Khoiruddin Syahida; Istnaini Novi Wahyuningsih; Evi Nindyawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.670

Abstract

Hipertensi dapat disebabkan oleh tingginya kadar ROS (Reactive Oxygen Species) yang menghambat aliran oksigen ke jantung dan otak. Salah satu alternatif pencegahan risiko penyakit tersebut dapat dilakukan dengan mengonsumsi antioksidan. Efek yang menguntungkan pada teh hijau adalah kuatnya efek antioksidan oleh komponen polifenol teh hijau. Penelitian ini bertujuan agar untuk mengetahui mutu, nilai gizi, dan aktivitas dari berbagai produk teh celup. Penelitian ini meliputi uji parameter mutu, uji nilai gizi, uji total fenolik, uji total flavonoid, dan uji antioksidan berbagai produk teh yaitu teh putih, teh kuning, teh hijau, dan teh oolong. Hasil uji pada keempat variasi teh celup memiliki mutu yang kadar air kurang dari 10%, kadar abu total kurang dari 8%, kadar abu tidak larut asam kurang dari 1%, serta tidak mengandung cemaran logam timah. Keempat variasi teh celup ini juga memiliki nilai gizi yaitu mengandung lemak, protein, dan karbohidrat. Dari keempat jenis teh, teh oolong yang memiliki total fenol yang terbanyak yaitu 807,97±1,64 ppm dan teh putih yang memiliki flavonoid total yang terbanyak yaitu 11,25±0,12 ppm. Aktivitas antioksidan teh oolong (IC50: 91,33±0,41 ppm) dan teh putih (IC50: 96,54±0,39 ppm) yang tergolong kuat, sedangkan untuk aktivitas antioksidan teh hijau (IC50: 107,84±0,11 ppm) dan teh kuning (IC50: 124,97±0,51 ppm) yang tergolong sedang. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keempat variasi teh ini memiliki mutu sudah sesuai dengan standar SNI 2014, mengandung nilai gizi dan adanya aktivitas antioksidan dari keempat variasi teh ini memiliki potensi sebagai antihipertensi melalui jalur antioksidan. Kata kunci : parameter mutu, nilai gizi, aktivitas antioksidan, teh
EFEK DIURETIK SEDUHAN DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS Agustina Susilowati; Nanda Syta Nur’aini
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v8i1.511

Abstract

The use of diuretics is needed in all circumstances requiring increased water expenditure, one of which is hypertension. Green tea has has flavonoids and alkaloids and has proven efficacy as a diuretic. This study aims to find the diuretic effect of steeping green tea leaves on Swiss male mice. This study used 25 male swiss mice which were divided into five groups, namely Group I as negative control given 1% CMC Na solution, group II as positive control was given furosemide suspension dose 5.2 mg / KgBW, and groups III, IV and V given the steeping of green tea leaves with a powder weight of 2g, 4g and 6g in 200ml of hot water. Before being given the treatment, each group was given 0.4 ml warm water. Testing of the diuretic effect comparison is done by looking at the volume of urine produced every 1 hour for 6 hours. The results of the urine volume of mice were analyzed with SPSS 24 with a confidence level of 95%.The results of phytochemical screening show that the steeping of green tea leaves contains alkaloids, flavonoids, saponin and tannins. The average cumulative volume of urine for group I was 0.376 mL, group II was 1.119 mL, group III was 0.431 mL, group IV was 0.661 mL and group V was 0.725 mL. Steeping green tea leaves 4g and 6g (p≥ 0,05) can have a diuretic effect in male Swiss mice.