Wahyu Pujiyono
Program Studi Teknik Informatika Universitas Ahmad dahlan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VISUALISASI GERAKAN JURUS DASAR SENI BELADIRI THIFAN PO KHAN TSUFUK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA TIGA DIMENSI Muhammad Arifian Dwi Prasetyo; Wahyu Pujiyono
Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol 3, No 2 (2015): Juni
Publisher : Teknik Informatika, Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jstie.v3i2.3058

Abstract

Seni beladiri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang mempertahankan atau membela diri.Bela diri Thifan Po Khan Tsufuk adalah bela diri yang berasal dari negeri China, yaitu bela diri yang terdiri dari beberapa gerakan bela diri yang ada, kemudian dipilih, disatukan dan disesuaikan dengan ajaran Islam.Ada banyak cara untuk belajar seni beladiri, cara yang paling efektif adalah dengan cara belajar secara langsung kepada guru beladiri selain praktek langsung terdapat kontak fisik di dalam latihan secara bersama, untuk mengasah teknik seorang murid harus melatih gerakan yang telah dipelajari secara mandiri, terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi oleh murid beladiri saat berlatih secara mandiri maupun bersama, seperti lupa gerakan jurus saat berlatih secara mandiri sehingga murid melewati gerakan yang lupa tersebut, untuk latihan bersama masalah yang muncul adalah terbatasnya waktu saat latihan dikarenakan kesibukan setiap murid kedua hal tersebut menjadi kendala utama yang menyebabkan proses latihan menjadi terhambat.Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data menggunakan 3 metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi pustaka. Selanjutnya melakukan pengembangan yang terdiri dari, perancangan konsep, perancangan isi, perancangan naskah, perancangan grafis, implementasi dan pengujian sistem.Berdasarkan hasil pengujian black box test yang dilakukan oleh guru beladiri kungfuthifanpo khan memperoleh hasil bahwa media pembelajaran yang dibuat sesuai dengan tujuan dan berjalan dengan baik dengan prosentase jawaban 100% untuk jawaban setuju, sedangkan pengujian alpha test yang dilakukan oleh 10 responden memperoleh hasil 90% responden sangat setuju bahwa aplikasi yang dibuat mudah dioperasikan, nyaman digunakan, dapat membantu pembelajaran materi keilmuan jurus dasar, serta layak digunakan sebagai alternatif media bantu belajar beladiri,80% responden sangat setuju bahwa keseluruhan menu berjalan dengan baik, 70% responden sangat setuju bahwa tampilan pada aplikasi menarik, terlihat dengan jelas dan penjelasan pada menu jurus telah sesuai dengan materi yang diberikan, 60% responden sangat setuju bahwa materi yang ditampilkan sesuai dengan materi yang diberikan. Berdasarkan hasil pengujian alpha test di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa program mudah digunakan, menarik dan dapat membantu pembelajaran materi keilmuan jurus, khususnya jurus dasar.Kata Kunci: 3D, Autodesk 3DS Max , media pembelajaran, Thifan Po Khan Tsufuk
PEMBUATAN ANIMASI GATOTKACA 3 DIMENSI SCENE “KEJAHILAN DURSALA DAN PRABASA” Agung Kesuma Wardana; Wahyu Pujiyono
Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol 3, No 3 (2015): Oktober
Publisher : Teknik Informatika, Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jstie.v3i3.3087

Abstract

Pada dasarnya wayang ditujukan untuk orang dewasa dan biasanya dipentaskan pada malam hari sehingga tidak memungkinkan untuk dikonsumsi anak-anak. Salah satu jenis hiburan yang menarik perhatian anak-anak yaitu film animasi akan tetapi jarang sekali adanya film animasi yang mengangkat tentang budaya nasional khususnya untuk anak-anak dan mayoritas film animasi anak merupakan film import yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode 3D Production Pipeline yang memiliki tiga tahapan yaitu preproduction, production dan postproduction. Setiap tahapan memiliki urutan kerja yang saling berhubungan. Film yang dihasilkan diuji dengan metode Black Box Test dan Alpha Test.Hasil dari penelitian ini berupa film animasi yang dapat memberikan edutainment terhadap anak dan dapat dikonsumsi oleh anak-anak kapan saja dan dimana saja.  Hasil pengujian Black Box Test menunjukkan bahwa film yang dibuat memiliki nilai positif dan sesuai untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Hasil pengujian Alpha Test menunjukkan  bahwa film yang dibuat menarik dan dapat mengenalkan tokoh yang ada dalam animasi Gatotkaca.Kata Kunci : Animasi, Gatotkaca, Wayang,  3D Production Pipeline.