Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kualitas Hidup Mahasiswa Profesi Apoteker Dengan Health Related Quality Of Life (HRQOL) SF-6D Di Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Ana Hidayati; Farida Nur Mufliha; Imaniar Noor Faridah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.275 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5748

Abstract

Kualitas hidup individu dipengaruhi oleh status kesehatannya masing-masing. Individu sehat maupun sakit dapat diukur kualitas hidupnya. Pengukuran menggunakan instrumen Short Form 36 (SF-36). Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai kualitas hidup dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan crossectional. Sampel merupakan mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker angkatan XXXI di Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan yang diberi kuesioner SF-36 dan form karakteristik sampel. Analisis untuk SF-36 dipetakan ke SF-6D dan data karakteristik dinyatakan dalam presentase. Analisis hubungan antara karakteristik sampel dengan kualitas hidup dilakukan dengan Uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis.            Jumlah subyek yang digunakan pada penelitian berjumlah 126 mahasiswa. Hasil kualitas hidup mahasiswa profesi apoteker pada SF-6D menunjukkan skor sebesar 0,739. Hasil uji antara skor kualitas hidup dengan karakteristik menunjukkan adanya hubungan dengan kualitas hidup pada jenis transportasi ( p=0,039 ) dan riwayat penyakit ( p=0,01 ).          Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa skor  kualitas hidup mahasiswa dari SF Indeks pada SF-6D yaitu 0,739. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa adalah transportasi dan riwayat penyakit.           Kata kunci : kualitas hidup, mahasiswa profesi apoteker, SF-36, SF-6D
DEFINE DAILY DOSE (DDD) PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PROFILAKSIS PEMBEDAHAN DI RSUD CILACAP: DEFINE DAILY DOSE OF ANTIBIOTICS USE FOR PROPHYLAXIS SURGERY AT CILACAP HOSPITAL Ana Hidayati; Susan Candradewi; Syahnindita Erhan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.305

Abstract

Proses pembedahan adalah proses pembukaan bagian tubuh yang akan ditangani dan diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Kondisi ini memungkinkan terjadinya infeksi yang dapat dicegah dengan pemberian antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai DDD penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap bedah umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Evaluasi penggunaan obat dengan DDD bertujuan untuk melihat gambaran dosis pemeliharaan rata-rata per hari suatu obat yang digunakan sebagai indikasi utama pada orang dewasa.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang akan dianalisis dengan DDD (Defined Daily Dose). Metode penelitian ini adalah retrospektif dengan menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 162 rekam medis pasien dengan kriteria inklusi, pasien dewasa berusia 18-60 tahun yang mendapat terapi antibiotik serta data medis dan konsumsi obat lengkap pasien periode Januari–Juni 2019. Data yang diperoleh dianalisis pola penggunaan antibiotik dan dilakukan menghitung nilai DDD. DDD/100 hari tidur untuk gentamisin adalah 0,260. Ciprofloxacin adalah 0,279 untuk penggunaan parenteral, dan 0,112 untuk penggunaan oral. DDD sefalosporin generasi pertama adalah 0,391 untuk sefadroksil dan 4.092 untuk sefazolin. Sefalosporin lainnya adalah 0,012 untuk anbasin, sefotaksim 0,012, seftazidim 0,112, seftizoksim 0,056, seftriakson 25.893, sefiksim 0,335, sefoperazon 0,112, dan sefoperazon-sulbaktam 0,112. DDD/100 hari tidur untuk penisilin adalah 1.007, carbapenem 1.004, metronidazol 12.227, klindamisin 0,112, azitromisin 0,186 dan doksisiklin 0,223. Kesimpulan penelitian ini DDD/100 bed days tertinggi adalah ceftriaxone.