Svetlana Kirillina
Institute of Asian and African Studies, Moscow State University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Arab Scholars in Russian Universities (the Nineteenth - Early Twentieth Century) Kirillina, Svetlana
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 1 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.441.1-21

Abstract

Dalam artikel ini, penulis mendiskusikan perkembangan studi tentang dunia Arab secara khusus dan studi ketimuran secara umum di kalangan intelektual Rusia hingga awal abad ke-20. Lebih jauh, dibahas juga peran akademik orang-orang Arab-Rusia yang telah membuat dunia Timur semakin dikenal di kalangan orang-orang Rusia. Salah satu tokoh utama yang ikut merintis hubungan bagi universitas-universitas di Rusia dengan dunia Arab adalah Shaykh Muḥammad Ayyād al-Ṭanṭawy, seorang ulama al-Azhar yang kemudian pindah dan menetap di Rusia pada tahun 1840. Karir Ṭanṭawy sebagai profesor studi ketimuran dan kehidupan serta peranannya dalam memperkenalkan Arab-Islam kepada kalangan Rusia lewat berbagai kerja dan tulisannya banyak dibahas dalam artikel ini. Selain Ṭanṭawy, tokoh yang tak kalah pentingnya adalah Georgi Murkos, seorang Arab-Kristen dari Damaskus, yang melanjutkan pendidikannya di Universitas Petersburg, kemudian menjadi professor di universitas yang sama dan menjadi salah satu tokoh Arab-Kristen.
Cultural and Intellectual Exchange Between the Ottoman Egypt and the Rest of the Arab Muslim World in the Eighteenth - Early Nineteenth Century Kirillina, Svetlana
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 42, No 1 (2004)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2004.421.35-39

Abstract

 Tulisan ini membabas tentang pertukaran kultur dan intelektual yang terjadi di Mesir Usmani dan beberaba bagian dunia Muslim Arab pada abad ke-l8 M -awal abad ke-19 M, yang digambarkan oleh sebagian peneliti sebagai Abad Kegelapan" di mana terjadi "stagnasi", "degradasi"dan "anabiosis" dalam kehidupan sosial di Timur Tengah dan Mesir khususnya. Menarut penulisnya, penggambaran yang menyedihkan dan tanpa harapan tentang masyarakat Mesir itu dapat dianggap sebagai sesuatu yang berlebihan atau suatu pendekatan yang terlalu menyederhanakan  persoalan tentang sejarah bangsa Mesir. Padahal selama periode tersebut, telab terjadi hubangan yang intensif di antara Mesir Usmani dan dunia Muslim lainnya. Berlandaskan pada sumber data historis yang berupa kronik-kronik bangsa Mesir Usmani, didukung oleh ringkasan-ringkasan hagiografis dan bibliografs, dapat dibuktikan bahwa telah terjadi pertukaran kultural dan intelektual yang intensif di pusat-pusat pendidikan terkenal di Istanbul, Damaskus, Jerusalem, Tunisia, Algeria, Maroko, Mekkah, Madinah dan Mesir.