Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Prestasi Siswa pada Konsep Fluida Statis dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS–TS) Bervariasi Demonstrasi di Kelas XI IPA SMA Negeri 5 Yogyakarta TA 2012–2013 Fadiyah Suryani
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.73 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i1.1513

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar fisika konsep fluida statis pada siswa kelas XI IPA SMA N 5 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 melalui model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) bervariasi demonstrasi. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas XI IPA2 yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research) sebanyak 2 siklus, dimana setiap siklus meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan (obsservasi) dan refleksi. Siklus 1 Peneliti melakukan demonstrasi pada materi tekanan kemudian siswa berdiskusi sesuai dengan kelompok dan sharing antar kelompok. Dua siswa bertamu(stray) ke kelompok lain dan 2 siswa tetap(stay) berada di kelompok untuk menerima kedatangan dari kelompok lain.Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dan hasil sharing dengan kelompok lain. Dari hasil tes pada siklus 1 menunjukkan hasil yang belum memuaskan karena ada 15 siswa yang belum tuntas dan kurangnya partisipasi siswa dalam belajar kelompok dan kurang tertib ketika pelaksanaan sharing antar kelompok. Maka diadakan siklus 2 dengan materi hukum Archimedes, teknik pelaksanaan sama seperti siklus 1, siswa dapat lebih berpartisipasi aktif dalam kelompok dan pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran berlangsung lebih tertib, siswa tampak termotivasi dalam belaja, hal ini tampak pada saat siswa berdiskusi.. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model two stay two stray bervariasi demonstrasi dapat meningkatkan prestasi siswa. Tiap siklus ada peningkatan hasil belajar, yaitu siklus 1 presentasi ketuntasan42% , siklus 2 presentase ketuntasan 83% sehingga ada kenaikan hasil belajar sebesar 41%.
Metode Mentoring untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Pemantauan Karakter Siswa Berbasis Afeksi Selama PJJ Fadiyah Suryani
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.615 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.275

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pemantauan karakter siswa berbasis program afeksi pada masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan metode mentoring. Subjek penelitian ini adalah guru SMAN 5 Yogyakarta yang mendapat tugas sebagai wali kelas X, XI dan XII. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam bentuk siklus melalui empat tahapan, yaitu; perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara merefleksi hasil observasi terhadap proses pembimbingan mentor kepada mentee. Untuk memberikan makna keberhasilan tindakan digunakan kriteria yaitu tindakan dinyatakan berhasil apabila setelah tindakan ada peningkatan kompetensi guru dalam memantau karakter siswa berbasis program afeksi pada masa PJJ mencapai rata-rata minimal 80 dan kompetensi mentor dalam melaksanakan mentoring pemantauan karakter siswa berbasis program afeksi selama PJJ mencapai rata-rata minimal 90. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemantauan karakter siswa berbasis program afeksi pada masa PJJ dengan menerapkan metode mentoring dapat meningkatkan kompetensi guru, yaitu kompetensi guru dalam pemantauan karakter siswa kelas X, XI dan XII oleh guru pada siklus I 67,1 dan pada siklus II sebesar 84,5, kompetensi mentor dalam memahami metode mentoring pada siklus I 86 dan pada siklus II sebesar 92,5 dengan kategori amat baik.