Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENERAPAN LEARNING ORGANIZATION (LO) DI JURUSAN SENDRATASIK FAKULTAS BAHASA DAN SENI (FBS) UNIVERSITAS NEGERI MEDAN LAMHOT BASANI SIHOMBING
BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i3.2544

Abstract

Menurut Peter Senge (1990), organisasi belajar adalah organisasi dimana anggota-anggotanya terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, dimana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan anggota-anggotanya secara terus menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama. Sebagai suatu organisasi, Jurusan Sendratasik FBS Unimed mempunyai visi dan misi untuk menghasilkan lulusan di bidang seni budaya (pendidikan seni tari dan seni musik) yang selalu tumbuh dan berkembang serta beradaptasi dengan pengaruh perubahan. Hasil evaluasi mengenai organisasi belajar di Jurusan Sendratasik FBS Unimed menunjukkan bahwa organisasi ini mempunyai landasan yang solid untuk menjadi organisasi belajar (OB). Hal ini terlihat dari grand total skor adalah 71 dari instrumen Learning Organization Profile, yang mencakup lima aspek yang diukur sebagai berikut: Dinamika Belajar, skor total 14 dengan rata-rata 2,8 (35%); Transformasi Organisasi, skor total 15 dengan rata-rata 3,0 (37,5%); Pemberdayaan Masyarakat, skor total 13 dengan rata-rata 2,6 (32,5%); Manajemen Pengetahuan, skor total 13 dengan rata-rata 2,6 (32,5%); dan Aplikasi Teknologi, skor total 16 dengan rata-rata 3,2 (40%).   Kata Kunci: Organisasi Belajar (OB), Instrumen Learning Organization Profile, Visi dan Misi Jurusan Sendratasik FBS Unimed 
MANAJEMEN SENI PERTUNJUKAN : PADUAN SUARA SEBAGAI ORGANISASI AKTUALISASI DIRI Lamhot Basani Sihombing
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10281

Abstract

Mengapa dan bagaimana setiap anggota dapat mengaktualisasikan dirinya dalam paduan suara? Pertama, dari segi manajemen diketahui bahwa kegiatan perekrutan anggota yang dilakukan berarti diupayakan untuk mengisi struktur organisasi yang dibentuk. Kedua, dari segi fungsinya, manajemen organisasi ditata dan diatur sehingga terdapat secara baik kegiatan masing-masing anggota sebagai bagian dari persiapan kegiatan produksi. Ketiga, bahwa tujuan organisasi antara lain mengharapkan agar setiap anggotanya diupayakan dapat berperan serta melaksanakan berbagai kegiatan produksi. Organisasi adalah sebuah kelompok atau komunitas yang memiliki visi, misi dan tujuan yang sama. Ketika seseorang masuk di dalam sebuah organisasi maka ia wajib mengikuti proses yang dibuat dalam organisasi tersebut. Untuk mencapai suatu tujuan bersama dibutuhkan sebuah proses yang disebut manajemen. Organisasi tanpa manajemen sama saja dengan manusia yang mati, lengkap dengan organ tubuhnya namun tak memiliki rencana dan tujuan. Tujuan diadakannya manajemen adalah agar sebuah organisasi dapat dijalankan dengan efisien dan efektif. Seni pertunjukan adalah segala ungkapan seni yang substansi dasarnya adalah yang dipergelarkan langsung dihadapan penonton. Seni pertunjukan dapat dipilah menjadi 3 kategori, yaitu: 1) Musik (vokal, instrumental, gabungan), 2)              Tari (representasional dan non-representasional), 3)           Teater (dengan orang atau boneka/wayang sebagai dramatis personal) (Kasim, 2005). Kata Kunci: Manajemen, Seni Pertunjukan, Paduan Suara, Organisasi, Aktualisasi Diri
KILAS BALIK PEMBELAJARAN DIREKSI PADUAN SUARA UNTUK SUMBER BELAJAR Lamhot Basani Sihombing
BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i82 TH 38.2545

Abstract

Pengabah atau yang lebih dikenal dengan istilah conductor atau dirigen (bhs. Belanda) merupakan figure utama dalam kepemimpinan suatu kelompok musik, entah itu vocal ataupun orkes- dalam hal ini yang menjadi focus pembicaraan kita adalah direksi paduan suara. Tugas seseorang pengabah dapat dianalogikan dengan tugas dan tanggungjawab seorang panglima di medan perang. Hanya bedanya bila tugas utama seorang panglima perang adalah mengatur strategi yang jitu untuk memenangkan suatu pertempuran sebaliknya seorang pengabah bertugas untuk mewujudkan suatu keindahan musikal melalui kelompok paduan suara yang dipimpinnya. Karena itu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberhasilan suatu kelompok paduan suara dalam mewujudkan keindahan musical tersebut sepenuhnya tidak terlepas dari kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh seorang pengabah, misalnya pengetahuan tentang teknik mengabah, teknik vocal, teori musik, ilmu bentuk analisa, sejarah musik, dan keluasan wawasan tentang repertorir lagu paduan suara   Kata kunci : Teknik Mengabah, Teknik Vocal, Teori Musik, Ilmu Bentuk Analisa, Sejarah Musik, Keluasan Wawasan Tentang Repertorir Lagu Paduan Suara
PERANAN NYANYIAN SEBAGAI SUATU METODE PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PADA SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK Lamhot Basani Sihombing
BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i3.5610

Abstract

Hampir semua orang pernah bernyanyi, begitu pula dengan anak-anak. Dunia anak adalah bermain dan bernyanyi, sehingga ketika anak-anak berada di sekolah TK kegiatan tidak lepas dari bermain dan bernyanyi dengan tujuan untuk mendidik dan mengembangkan ketrampilan anak. Nyanyian merupakan perpaduan antara lirik dan lagu. Dalam lirik terdapat susunan kata-kata yang mengandung arti/makna tertentu yang dapat digunakan untuk melakukan sugesti, persuasi dan  memberikan nasehat. Berdasarkan wawancara pada beberapa guru TK diperoleh temuan bahwa para guru TK menggunakan nyanyian sebagai salah satu metode yang digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu kepada anak didiknya selain dengan cerita/dongeng. Metode ini dianggap lebih tepat bagi anak-anak dibandingkan dengan ceramah biasa, karena terkesan gembira dan tidak membosankan. Jika nyanyian tersebut sering dinyanyikan dan didengarkan, diharapkan dapat mensugesti dan mengajak anak-anak untuk memiliki karakter seperti dalam makna nyanyian tersebut. Oleh karena itu dalam rangka mendidik karakter anak maka metode nyanyian ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif.   Kata kunci : Nyanyian, Lagu, Karakter, Anak  
ISU-ISU KRITIS TENTANG UNIT COST SISWA/MAHASISWA Lamhot Basani Sihombing
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5574

Abstract

Sistem biaya pendidikan merupakan proses di mana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. Sistem biaya pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing negara seperti kondisi geografis, tingkat pendidikan, kondisi politik pendidikan, hukum pendidikan, ekonomi pendidikan, program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. Setiap keputusan dalam masalah pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Oleh karena itu perlu dilihat siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan, bagaimana mereka akan di didik, siapa yang akan membayar biaya pendidikan. Hal itu perlu dilihat dari faktor kebutuhan dan ketersediaan pendidikan, tanggung jawab orang tua dalam menyekolahkan versus social benefit secara luas, pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan.   Kata Kunci :      Sistem Biaya Pendidikan, Konsep Produksi Di Bidang Pendidikan
KILAS BALIK PEMBELAJARAN DIREKSI PADUAN SUARA UNTUK SUMBER BELAJAR Lamhot Basani Sihombing
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2617

Abstract

Pengabah atau yang lebih dikenal dengan istilah conductor atau dirigen (bhs. Belanda) merupakan figure utama dalam kepemimpinan suatu kelompok musik, entah itu vocal ataupun orkes- dalam hal ini yang menjadi focus pembicaraan kita adalah direksi paduan suara. Tugas seseorang pengabah dapat dianalogikan dengan tugas dan tanggungjawab seorang panglima di medan perang. Hanya bedanya bila tugas utama seorang panglima perang adalah mengatur strategi yang jitu untuk memenangkan suatu pertempuran sebaliknya seorang pengabah bertugas untuk mewujudkan suatu keindahan musikal melalui kelompok paduan suara yang dipimpinnya. Karena itu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberhasilan suatu kelompok paduan suara dalam mewujudkan keindahan musical tersebut sepenuhnya tidak terlepas dari kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh seorang pengabah, misalnya pengetahuan tentang teknik mengabah, teknik vocal, teori musik, ilmu bentuk analisa, sejarah musik, dan keluasan wawasan tentang repertorir lagu paduan suara   Kata kunci : Teknik Mengabah, Teknik Vocal, Teori Musik, Ilmu Bentuk Analisa, Sejarah Musik, Keluasan Wawasan Tentang Repertorir Lagu Paduan Suara  
SUATU PENDEKATAN STRATEGI DAN METODE PENDIDIKAN SENI MELALUI KEGIATAN BERNYANYI SEBAGAI ASPEK - ASPEK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI LAMHOT BASANI SIHOMBING
BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i85 TH 39.2445

Abstract

Seni bagi anak-anak merupakan kegiatan bermain, berekspresi, dan kreatif yang menyenangkan. Salah satu kegiatan seni dalam pendidikan untuk anak usia dini adalah bernyanyi. Pada usia pra sekolah (4-6 tahun) tidak semua anak mampu mengomunikasikan pikiran dan perasaannya secara verbal atau tertulis, dan pada usia tersebut, daya tangkap anak masih sangat terbatas. Oleh karenanya, melalui kegiatan bernyanyi diharapkan anak dapat memahami dan memaknai pesan moral yang disampaikan, yang nantinya dapat berpengaruh terhadap karakter dan kepribadian serta tingkah laku anak tersebut. Kegiatan bernyanyi yang sering dilakukan adalah kegiatan bernyanyi aktif. Dimana seluruh aspek pengembangan masuk di dalamnya, antara lain : (1) Ekspresi dan emosi anak, peran bernyanyi bagi anak-anak adalah sebagai media ekspresi tentang apa yang dirasakan, dipikirkan, diimpikan secara pribadi; (2) Mengembangkan kecakapan hidup, melalui kegiatan bernyanyi anak akan lebih mudah memaknai pesan moral yang ingin disampaikan. Pesan moral mengenai kejujuran, kepercayaan, keadilan, tanggung jawab dan disiplin. Diharapkan kelak dapat tertanam dalam diri anak, dan menjadikannya pribadi yang berkarakter dan berbudi luhur; (3) Kemampuan berbahasa, Bernyanyi tentu saja tidak bisa lepas dari kata atau kalimat yang harus diucapkan. Melalui kegiatan bernyanyi akan membantu anak memperbanyak kosa kata; (4) Hubungan sosial, kegiatan bernyanyi tidak bisa lepas dari hubungan sosial, baik dengan lingkungan, masyarakat, teman maupun keluarga. Melalui kegiatan bernyanyi anak akan dikenalkan dengan bagaimana menghargai sesama, bagaimana menempatkan diri di suatu lingkungan baru, serta melatih kemampuan anak dalam berkomunikasi.   Kata Kunci : Bernyanyi, Pengembangan Diri, Pendidikan Seni  
PERANAN ALAT MUSIK KEYBOARD PADA MUSIK TRADISIONAL MASYARAKAT KARO Lamhot Basani Sihombing
BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i72TH XXXVI.2474

Abstract

Peranan dan fungsi pada alat-alat musik tradisional Karo pada masa sekarang ini telah digantikan oleh alat musik keyboard. Ini terjadi akibat kemajuan teknologi, khususnya teknologi pada alat musik modern ini karena sudah terdapat program-program untuk instrumen-instrumen musik tradisional yang ada di Indonesia, bahkan alat-alat musik yang ada di seluruh dunia walaupun masih banyak kekurangan-kekurangan yang terdapat pada alat musik keyboard ini secara prakteknya, tetapi secara umum masih bisa mewakili beberapa instrumen-instrumen musik tradisional yang ada, khususnya alat-alat musik tradisional Karo.   kata kunci : Alat musik keyboard, musik tradisional, masyarakat Karo  
Indonesia Berkabungdalam Masalah-Masalah Pendidikan Indonesia Lamhot Basani Sihombing
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 78 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i78.4676

Abstract

Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkansebelumnya. Permasalahan pertama adalah lemahnya para guru dalam menggali potensi anak.Permasalahan kedua adalah bahwa pendidikan di Indonesia menghasilkan “manusia robot”.Permasalahanketiga adalah sistem pendidikan yang top-down (dari atas ke bawah) atau kalau menggunakan istilahPauloFreire (seorang tokoh pendidik dari Amerika Latin) adalah pendidikan gaya bank. Permasalahankeempat yaitu dari model pendidikan yang demikian maka manusia yang dihasilkan pendidikan ini hanyasiap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Kurangkreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa serta kurikulum yang sentralistik membuat potretpendidikan semakin buram.Para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakanlapangan kerja sendiri, padahal lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. Solusi pemecahanproblematikapendidikan di Indonesiayang ditawarkan, adalah: (a) solusi masalahpemerataanpendidikan,dan (b) solusi masalah mutu, efisiensi dan relevansi pendidikan.