Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE WORLD IS TOO MUCH WITH US (WILLIAM WORDSWORTH) : SEBUAH ANALISIS SEMIOTIK Harsiwi Fajar Sari
BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i2.19407

Abstract

AbstrakWilliam Wordsworth merupakan salah satu sastrawan terbesar era Romantisme yang meyakini bahwa alam bukan hanya tentang keindahan saja, tetapi juga sebagai pengasuh dan penuntun hati nurani serta sumber moralitas. Alam dijadikan subjek pada beberapa karyanya, salah satunya pada puisi ”The World Is Too Much With Us”. Melalui pendekatan teori semiotik, makalah ini menganalisis tentang penggambaran hubungan antara manusia dan alam semesta pada puisi tersebut. Makalah ini menjelaskan bagaimana sikap manusia yang terlalu mementingkan diri sendiri, sehingga mereka mengabaikan hubungannya dengan alam semesta yang merupakan sumber kehidupan mereka. Dengan mengacu ke era Romantisme saat puisi ini ditulis, penulis melihat pengaruh dari Revolusi Iddustri yang terjadi pada masa itu, yang berdampak terhadap keseimbangan alam. Revolusi Industri menyebabkan, secara langsung maupun tidak, mayoritas manusia pada zaman tersebut lebih mementingkan kebutuhan pribadi dan mengabaikan alam. Padahal, seharusnya, keseimbangan alam tersebut seyogianya dijaga demi kelangsungan hidup manusia itu sendiri.Kata kunci: alam dan manusia, Romantisme, revolusi industri, wordsworth
Comparative Analysis of Conservative Values in Perempuan Berkalung Sorban (2009) and Mona Lisa Smile (2003) Weni Ratminingsih; Harsiwi Fajar Sari
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v4i2.5771

Abstract

Tradition cannot be separated from human life, in any form it is, depending on its culture and community. In the society, there are people who intend to preserve it, or to change it. Conservatism itself is referred to maintain what is already put in place in the society. This is found in movies namely Mona Lisa Smile and Perempuan Berkalung Sorban. This study aims to analyze how the characters in both movies manifest the conservatism ideas. The research uses the theory of Conservatism by John Kekes. The qualitative descriptive method is used, and the primary data is from the dialogues of the characters. The secondary data of other information related is also used. The result shows that the characters in both movies portray the four ideas offered by John Kekes about Conservatism, namely Skepticism, Pluralism, Traditionalism, and Pessimism. Further, being conservative to the tradition as shown by the characters in the movies is worth preserved.