Benaziria Benaziria
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangkan Literasi Digital pada Warga Negara Muda dalam Pembelajaran PPKn melalui Model VCT Benaziria Benaziria
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 10, No 1 (2018): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v10i1.8331

Abstract

Delapan puluh persen dari 30 juta anak dan remaja Indonesia menggunakan internet dan media digital. Pola prilaku anak dan remaja dalam menggunakan internet cenderung memberikan informasi pribadi mereka pada media digital, sejumlah besar anak dan remaja di Indonesia terekspos konten pornografi, secara sengaja, ataupun tidak sengaja, minimnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital yang dilakukan oleh anak juga mendorong terjadi “penyimpangan” penggunaan internet, prilaku perundungan (bully), dan mudahnya mengeluarkan kata-kata makian pada laman media sosial di internet, menunjukkan telah terjadi degradasi moral terhadap anak dan remaja, penggunaan media digital dan internet juga mendorong timbulnya kejahatan cyber. PPKn merupakan mata pelajaran yang diamanahkan membetuk dan mengembangkan karakter warganegara berdasarkan nilai-nilai pancasila, termaksud juga karakater “melek” digital (literasi digital) kepada peserta didik. Tujuan penulisan artikel ini adalah memberikan alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru PPKn untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi digital kepada peserta didik, sehingga terbentuk etika digital dalam penggunaan media digital dan internet. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi pustaka. Simpulannya Guru PPKn memiliki peran strategis dalam membentuk dan mengembangkan literasi digital pada pesrta didik sebagai warga negara muda. Melalui model pembelajaran VCT (value clarification tehnique) guru PPKn dapat mengembangkan budaya literasi digital kepada peserta didik secara efektif.
Civic teacher strategy in the integration of nationalism and tolerance character in school based on pesantren in Yogyakarta city Benaziria Benaziria; Mukhamad Murdiono
Journal of Social Studies (JSS) Vol 15, No 1 (2019): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v15i1.25227

Abstract

This research aims to determine the strategy of civic education teachers in integrating nationalist character and tolerance in Junior High School based on pesantren in Yogyakarta City. Research type used in this research is qualitative research with case study method. The research subjects consisted of teachers of civic education who taught at Junior High School based on pesantren in Yogyakarta City. The research data was collected through semi-structured interview, observation and documentation. Data analysis using qualitative analysis techniques, namely data reduction, data presentation and conclusion. Data validity uses two forms of triangulation, ie source triangulation and engineering triangulation. The result of the research is that teachers have integrated nationalist character and tolerance into learning planning and implementation. Learning strategies used to integrate nationalist character and tolerance are lecture method, question and answer, and assignment. Media and learning resources used in the form of books, and video or picture display. This study finds that the implementation of civic education learning done by teachers is not based on lesson planning and effective lecture method is used as a learning strategy if teachers use media and learning resources such as video shows, slide point power usage of the media can increase the enthusiasm of learners.