Paulus Hariyono
Program Studi Arsitektur Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Katolik Soegijapranata Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ARSITEKTUR HUMANISTIK MENURUT TEORI MASLOW Paulus Hariyono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam ruang manusia tidak diperhitungkan, hanya ketika ruang telah menjadi tempat (ruang arsitektural) barulah manusia menjadi titik pusat. Karena itulah manusia menjadi persoalan pokok ketika terbentuk tempat. Pada kesempatan ini, persoalan manusia akan diambil dari Teori Kebutuhan Bertingkat Manusia oleh Abraham Maslow. Karena Teori Maslow ini sering disebut psikologi humanitik, maka apalikasinya di bidang atsitektur disebut arsitektur humanistik. Disebutkan oleh Maslow, umumnya lapisan masyarakat bawah pertama-tama melandasi kebutuhannya akan kebutuhan fisiologis, seperti pangan sandang, papan, dan seks. Bila kesejahteraan meningkat masyarakat akan melandasi kebutuhan keamanan, kemudian  afeksi (kebutuhan interaksi sosial), harga diri, dan estetika. Bila memiliki intelektualitas tinggi  masyarakat akan melandasi kebutuhan aktualisasi diri dan transenden.  Maka arsitektur dapat melihat tipe-tipe masyarakat tersebut untuk pemenuhan kebutuhannya. Tujuan dari studi ini: 1) ingin melihat seberapa jauh karya-karya arsitektur dapat ditinjau melalui teori kebutuhan bertingkat manusia dari Maslow; 2) ingin memaksimalkan kriteria kritik arsitektur berdasarkan teori kebutuhan bertingkat manusia dari Maslow. Studi ini menggunakan studi literatur, pengamatan lapangan, dan akses internet untuk memperoleh data. Kata kunci: Arsitektur, Humanistik, Maslow.