AR - Koesdyantho
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENTINGNYA KOMPETENSI LULUSAN TERHADAP KARIR Koesdyantho, AR -
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol 7, No 2 (2011): Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ww.v7i2.686

Abstract

Abstraks: Karir seorang pegawai sangat ditentukan oleh kompetensinya, sehinggaperusahaan berkepentingan untuk mengangkat calon pegawai yang kompeten dibidangnya. Sekolah sebagai salah satu lembaga yang bertugas mempersiapkan lulusannyauntuk memasuki dunia kerja mempunyai tanggung jawab menjadikan siswa-siswa agarmempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing. Untuk mempersiapkan calontenaga kerja yang kompeten bisa dilakukan melalui: (1) Penerapan kurikulum berbasiskompetensi di lembaga pendidikan, khususnya SMK (2) Dilakukan uji kompetensi olehlembaga yang berwenang.kata kunci: Karir, kompetensi, sertifikasi, skill.
PROFESSIONAL COUNSELOR PROFILE Koesdyantho, AR -
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol 6, No 3 (2010): Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ww.v6i3.690

Abstract

Abstract: To find out, to figure out, and to build image about professionalcounselors nowadays are like to find out an unidentified needle in the straw.The counselors may receive the approved of regulation No. 20, 2002 aboutNational System of Education with joy, which explained that the counselorshad been stated clearly and precisely in that regulation, and that it is equal at thesame level with other professions in education field such as classroomteachers, course teachers, practice teachers, or others. Based on this fact, cancounselors proud of their title without any attempts to change the paradigm sothat the professional counselors deserve that title. The title of professionalcounselor is not automatically attached to someone without approval from anauthorized firm or professional organization from which the institution that hasauthority to produce professional counselors are determined. Credentialing isone way to make profession parallelism and standardization for a counselorwhich includes certification, license, and accreditation.Keywords: counselors, professional, credentialing
BIMBINGAN DAN PANDUAN KEMASA DEPAN YANG LEBIH GEMILANG BAGI LULUSAN PAKET C Koesdyantho, AR -
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol 3, No 3 (2007): Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ww.v3i3.739

Abstract

Abstraks: Menilai keberhasilan siswa atau murid bukanlah dengancara menghitung hasil nilai ujian nasional. Terlebih lagi apabila vonistelah dijatuhkan bagi barang sebagian murid atau siswa harus tidaklulus dan harus tinggal kelas. Terbukti bahwa hasil nilai ujian akhirnasional sama sekali tidak menghargai jerih payah siswa dalam matapelajaran yang lain. Pinter atau tidak hanyalah apabila secarakebetulan nilai untuk pelajaran yang di uankan termasuk baik ataujelek. Mereka yang tidak luluspun harus menanggung beban untukdianggap bodoh dan wajib mengikuti ujian persamaan yang di sebutujian persamaan kejar paket CKata Kunci: Nilai ujian nasional, Kelulusan, Kejar Paket C
REMAJA SEKOLAH DALAM SEKS, ABORSI DAN PORNOAKSI SUATU TINJAUAN SOSIOLOGI Koesdyantho, AR -
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol 3, No 1 (2007): Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ww.v3i1.740

Abstract

Abstraks: Pertumbuhan phisik dan perkembangan psikis pada anakmenuju masa remaja memiliki kecenderungan tidak seimbang secarasempurna. Dalam hal ini secara sosiologis anak mengalamipendewasaan yang berbeda pada masing-masing aspek pribadinya.Anak mengalami pendewasaan Psikologis, pendewasaan biologis,pendewasaan sosial dan pendewasaan ekonomi secara tidakberimbang dan cenderung tidak sama. Akibatnya ada suatu masa yangharus dihadapi oleh anak ketika tidak didapatinya pemenuhankeinginan dan kenyataan, yang berakibat terjadinya masa penantiandan apabila tidak pandai mengelola dirinya seorang remaja akanmudah terpengaruh kehidupan pergaulan tidak terarah, pergaulanseks bebas, pornoaksi, narkoba, dan akhirnya aborsi pada remajaperempuan. Tinjauan sosiologis adalah suatu usaha untukmemberikan potret yang utuh tanpa memihak dan berprasangka, akantetapi lebih cenderung untuk memberikan gambaran dengan lebih jelasagar remaja dapat memilih keputusan yang terbaik untuk dirinya.Kata Kunci: Remaja Sekolah, Seks, Aborsi, Pornoaksi.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KARIER TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA SISWA KELAS X JURUSAN PEMASARAN SMK NEGERI I BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ernawati, Pipik -; Koesdyantho, AR -
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol 9, No 1 (2013): Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ww.v9i1.743

Abstract

Abstraks: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberianlayanan bimbingan karier terhadap minat berwirausaha pada Siswa Kelas X Jurusan PemasaranSMK Negeri I Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013. Populasi dalam penelitian ini adalah siswaKelas X Jurusan Pemasaran SMK Negeri I Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah63 siswa, dan sampel yang digunakan adalah 63 siswa, jadi dalam penelitian ini tidak adateknik pengambilan sampel karena merupakan sampel populasi atau sampel total. Teknikpengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan dokumentasi.Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai minat berwirausaha siswa KelasX Jurusan Pemasaran SMK Negeri I Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013 sebelum dan setelahlayanan bimbingan karier. Teknik analisis data menggunakan rumus t-test. Berdasarkan hasilanalisis data yang dianalisis dengan menggunakan t-test diperoleh hasil nilai t sebesar 6,881.Selanjutnya nilai t hitung tersebut dikonsultasikan dengan t tabel dengan db = (N - 1) = (63 -1) = 62 pada taraf signifikansi 5% dan 1%, yaitu 2,000 dan 2,660. Jadi dapat disimpulkan bahwahasil t hitung lebih besar dari t tabel atau (2,000 < 6,881 > 2,660). Dengan demikianhipotesis kerja yang menyatakan bahwa”Ada pengaruh pemberian layanan bimbingankarier terhadap minat berwirausaha pada siswa Kelas X Jurusan Pemasaran SMK Negeri IBoyolali Tahun Pelajaran 2012/2013” diterima kebenarannya baik pada taraf signifikansi 5%dan 1%.Kata Kunci: Layanan Bimbingan, Minat Berwirausaha
KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Koesdyantho, AR -
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol 4, No 1 (2008): Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ww.v4i1.744

Abstract

Abstraks:Sekolah memiliki tanggung jawab sangat sangat besar dalammembentuk dan mencetak generasi penerus bangsa, oleh karena itusekolah adalah tempat dimana generasi penerus bangsa dibentuk dandigodok untuk mendapaykan yang terbaik. Untuk dapat memberikanpelayanan yang terbaik sekolah menerapkan system manajemen yang.Ciri dari manajemen tersebut adalah manajemen yang mementingkanaspek ketuhanan, universal, humanis, realistis, berkeadilan, mudah,dan dinamis.Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam manajemen sekolahyaitu manajemen guru, peningkatan pengawasan dan manajersekolah. Manajer sekolah harus memiliki ketrampilan konseptual,komunikasi/kemanusiaan, teknis, manajemen waktu, membuatkeputusan.Proses manajemen yang terjadi yaitu planning (perencanaan),organizing (pengorganisasian), actuating (penguatan) dan controlling(control) dilaksanakan secara optimal agar didapatkan manajemenyang berhasil.Peran manajer sangat penting dalam proses manajemen, karenamanajer sebagai pelaksana fungsi planning, actuating, dan fungsikontrol.Kata Kunci: Kepala Sekolah, Manajemen sekolah, Manajer.
MEMBANGUN RAPPORT DAN PENDEKATAN ITOP DALAM MENGURANGI TINDAK KEKERASAN DI SEKOLAH Koesdyantho, AR -
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol 5, No 2 (2009): Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ww.v5i2.745

Abstract

Abstraks: Terjadinya tindak kekerasan di sekolah sudah semakin menjadi,tidak hanya dilakukan oleh siswa laki-laki melainkan juga sudah banyakdilakukan oleh siswi baik di sekolah menengah pertama maupun di sekolahatas.Munculnya peer-peer siswi dan tindak kekerasan yang mereka lakukanjadi bukti bahwa tindak kekerasan bukan hanya milik siswa laki-laki saja.Banyak faktor yang diduga menjadi penyebabnya antara lain, ketidakharmonisan keluarga, mencari pengakuan diluar prestasi sekolahnya, gayahidup anak sekolah modern dan lemahnya sistem kontrol sekolah. Menjalinhubungan baik (rapport) dan pendekatan ITOP ( Invitational Theori ofPractice) hanya merupakan sebagian kecil dari banyak cara yang dapatdipergunakan untuk mengurangi munculnya tindak kekerasan di sekolah.Kata Kunci: rapport, ITOP, Kekerasan di Sekolah.