Hariyotejo Pujowidodo
Balai Termodinamika Motor Propulsi (BTMP) BPP Teknologi Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang Selatan Banten 15314

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMODELAN KOMPUTASI 3D SEL TUNAM MEMBRANE PERTUKARAN PROTON (PEMFC) MELALUI TEKNIK BEDA HINGGA Hariyotejo Pujowidodo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEM  Fuel Cell merupakan salah satu jenis peralatan konversi elektrokimia yang terdiri dari lapisan aktif elektrolit, berupa membran, sebagai tempat terjadinya reaksi kimia yang mengubah sumber energi potensial kimia hidrogen menjadi energi potensial listrik. Dalam studi ini akan dikaji kinerja pola kanal serpentine terhadap densitas arus yang dihasilkan melalui simulasi komputasi numerik 3 dimensi metode beda hingga (finite element) tools komersial COMSOL 3.2™ pada sebuah bagian sistem kanal saluran. Model terdiri dari domain kanal elektrode berikut lapisan difusi gas dan sub domain lapisan aktif katalis menggunakan prinsip kesetimbangan massa dan muatan (charge and mass balance). Diharapkan melalui studi pemodelan ini dapat dilakukan kajian karakteristik dinamika fluida melalui perpindahan momentum dan massa yang melalui kanal distribusi, lapisan difusi dan lapisan aktif tempat terjadinya reaksi elektrokimia. Pada kanal serpentine dengan belokan yang tajam, pressure drop terbesar diakibatkan oleh adanya hambatan akibat perubahan geometri (U-Turn) yang tajam (perpendicular 90 o). Densitas arus yang terjadi bergantung pada distribusi spesies oksidan O2 dan produk air yang terjadi. Distribusi massa dan komposisi spesies sangat mempengaruhi kinerja yang dihasilkan. Kata kunci: densitas massa, momentum, serpentine , spesies
EVALUASI KINERJA INSULASI DAN KERUSAKAN CUI PIPA DISTRIBUSI UAP UNIT UTILITY PLANT PENGOLAHAN MINYAK Hariyotejo Pujowidodo; Bhakti Nuryadin
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Utilitas memiliki peran penting dalam menyediakan kebutuhan energi panas, listrik dan fluida kerja di dalam proses pengolahan minyak bumi, di mana terdapat peluang peningkatan efisiensi energi terbesar, sebanyak  30%,  di antara sektor peralatan kolom fraksinasi, proses, penukar kalor, motor dan lainnya. Tulisan ini memuat hasil kegiatan evaluasi sistem insulasi dan kerusakan pada sistem pemipaan distribusi uap dalam rangka meningkatkan efisiensi dan kehandalan operasi  sebuah plant pengolahan minyak bumi nasional yang terletak di daerah Jawa Tengah. Evaluasi berdasarkan hasil identifikasi pengujian kebocoran dan analisis kinerja isolasi dan kerusakan yang terjadi akibat korosi permukaan luar (CUI) pemipaan uap tekanan tinggi, medium dan rendah (HP, MP, LP steam) dan jalur kondensat, dengan total panjang 1533 meter. Dari hasil analisa dan evaluasi berdasarkan sumber ASTM-C680, API 570, ASME B31.3 dan B31.4; diperoleh rekomendasi tindak lanjut perbaikan insulasi dan beberapa pemipaan, akibat kerusakan dan kebocoran panas sebesar 210 kW/jam serta perubahan struktur material permukaan dan penipisan pipa uap pada jalur tekanan tinggi. Juga disampaikan tindak lanjut upaya yang diperlukan untuk mencegah kebocoran dan kerusakan CUI melalui pemilihan karakteristik material insulasi yang sesuai dengan kondisi proses dan faktor lingkungan setempat Kata kunci: kinerja insulasi, kebocoran panas, korosi di bawah insulasi, propertis material
KARAKTERISASI LAJU DROP TEMPERATUR BILLET BAJA DALAM SISTEM HOT CHARGING Hariyotejo Pujowidodo; Bhakti Nuryadin
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengoptimasi proses produksi baja kawat gulungan (Wire Rod Mill) di industri baja konvensional, dalam proses pemanasan ulang (Reheating) terdapat peluang pemanfaatan Teknologi Sistem Hot Charging. Bahan baku baja batangan (Billet) harus dapat dijaga temperaturnya 5secara optimum terutama saat ditransportasikan dari Billet Steel Plant (BSP). Karakterisasi laju penurunan temperature billet baja merupakan faktor penting guna memberikan desain optimal efisiensi energi kalor yang diinginkan.Parameter simulasi pengujian berupa kecepatan udara lokal dan laju transportasi menggunakan teknik pencitraan panas (thermal imaging), melalui sistem terbuka dan tertutup. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa terdapat zona drop temperature yang tajam sebesar 36,38 oC/menit dan secara natural hot billet mengalami drop temperature sebesar 116 oC/menit dari rentang panas 1000oC ÷ 700oC. Hal ini menjadi acuan dalam penetapan spesifikasi kerja system hot box yaitu temperature billet loading sebesar 700 oC. Untuk Hot Charging Sistem Moving Atmospheric (1÷3,5 m/s) memiliki rentang drop temperatur dari 4,9÷8,4 oC/menit . Sehingga data tersebut dapat dipakai sebagai pedoman dalam penentuan desain system transportasi hot billet. Untuk Hot Charging Sistem Close System (0,016÷0,047 m/s) memiliki rentang drop temperatur dari 5,98÷6,96 oC/menit . Sehingga data tersebut dapat dipakai sebagai pedoman dalam penentuan desain system transportasi hot billet. Kata-kata kunci : billet, Billet Steel Plant, hot charging, sistem terbuka, sistem tertutup,Wire Rod Mill