Rona Trisnaningtyas
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof Sudharto, Tembalang, Semarang, 50239

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KONDISI OPERASI TERHADAP KURVA PENGERINGAN TEPUNG TAPIOKA MENGGUNAKAN PENGERING KONVEKTIF KONTINYU Rona Trisnaningtyas; Suherman Suherman
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh kondisi operasi terhadap kinetika pengeringan tepung tapioka dengan kadar air awal 0,21 (bb) menggunakan pengering konvektif kontinyu, yakni pengering kontinyu unggun fluidisasi getar diamati dalam bentuk kurva pengeringan. Dimensi unggun adalah panjang 0,59 m, lebar 0,15 m, dan tinggi 0,01 m. Variasi kondisi operasi adalah suhu udara pengering (50, 60, dan 70 oC), ketinggian sekat di unggun (0, dan 1 cm), dan laju alir umpan padatan (10, dan 30 gr/menit) dengan menggunakan laju alir udara yang konstan 0,012 m3/s. Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi pengaruh suhu udara pengering, laju alir umpan padat, dan adanya sekat terhadap kurva pengeringan pati tapioka menggunakan pengering kontinyu unggun fluidisasi getar. Hasil menunjukkan bahwa pada proses pengeringan tepung tapioka yang berlangsung pada suhu 70oC, laju alir umpan padat 10 gr/menit, dan dengan kondisi adanya sekat, memberikan hasil kadar air produk tapioka yang lebih rendah . Produktibilitas kondisi tunak kurva pengeringan tercapai dalam waktu kurang dari 5 menit. Penurunan kadar air produk pada zona 1 (ruang pengeringan sebelum sekat pertama) sangat curam, selanjutnya pada zona 2 (0,4 m) penurunan landai dan zona 3 (0,6 m) penurunan sangat landai atau hampir konstan. Produk tapioka kering memenuhi Standar Nasional Indonesia dimana kadar air kurang dari 13%, lemak 0,8%, protein 0,5%, serat 0,09%, dan abu 0,5%. Peningkatan suhu udara pengering dan tinggi sekat menyebabkan kadar air akhir produk lebih cepat dicapai, sebaliknya untuk laju alir umpan padat. Kata kunci: Kinetika pengeringan, pati tapioka, pengeringan kontinyu, unggun fluidisasi getar