Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Total Quality Service (TQS) sebuah alternatif peningkatan kualitas layanan perpustakaan perguruan tinggi Safrudin Aziz
Al Maktabah Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.268 KB) | DOI: 10.15408/almaktabah.v11i1.1600

Abstract

Dewasa ini dunia telah ditandai oleh berbagai perubahan yang pesat dan bersifat global. Untuk itu, diera globalisasi dan teknologi, informasi menjadi bagian dari nafas kehidupan manusia. Disamping menuntut perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi tersebut. Selanjutnya, sebuah perpustakaan yang berkualitas memerlukan sistem pengelolaan yang rapi, baik, memuaskan terhadap tiap-tiap pemustakanya, serta senantiasa memperhatikan peningkatan mutu pelayanan dan koleksinya.Berdasarkan pemikiran tersebut, sebuah penawaran alternatif dalam meningkatkan kualitas layanan khususnya perpustakaan PT adalah dengan pendekatan Total Quality Service (TQS). TQS dalam manajemen Perpustakaan PT dimaksudkan sebagai sistem manajemen strategik dan integratif yang melibatkan semua unsur, baik kepala perpustakaan, pustakawan dan seluruh petugas perpustakaan, serta menggunakan metode-metode kualitatif dan kuantitatif untuk memperbaiki secara berkesinambungan proses-proses organisasi agar dapat memenuhi kebutuhan, keinginan serta harapan setiap pemustakanya. Kata kunci: Peningkatan Mutu Layanan, kualitas, kepuasan pemustaka.
PENDIDIKAN SPIRITUAL BERBASIS SUFISTIK BAGI ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA Safrudin Aziz
Dialogia Vol 15, No 1 (2017): Dialogia jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/dialogia.v15i1.1188

Abstract

Abstract: Nowadays, sufism-based spiritual education for early childhood becomes a necessity. Without it, children will suffers from spiritual illness and it impacts on  the frail of soul, the chaos of thinking, insensitivity of feeling, and becoming selfish, materialistic, individualistic and pessimistic person. These occured because children emphasized emotion, ego and outward desires only, while the inner spirit will beobscured. Sufism-based spiritual education for early childhood is the responsibility of every parent in the family. The values of Sufism-based spiritual education for early childhood that can be developed in the family including: (1) educate children sufisticly through strategic means, (2) apply discipline for establishing prayers in congregation, (3) anticipate the time trap. And (4) teach the tool and purpose of Sufism itself. Certain proposed ritualsfor implementing spiritual education to the children are in the following: accepting to the condition of every child, praying for the children all the time, fasting and dhikr for the good of the child, establishing tahajud and charity to calm the children’s heart, and providing halal and nutritious food for them. ملخص:نحتاج إلى التربية الروحية للأطفال التي تبنى على القيم الصوفية، وهذه من الأمر الضروري. بدون التربية الروحية الصوفية سيكون الطفل مريضا ورحيا، وتؤثر على اضطراب الفكر، وعدم الاهتمام بالشعور، وينمو أنانيا وماديا، وفرديا ومتشائما. وذلك لأن الطفل سوف يقدم إرادة نفسه، وعاطفته، وغروره وإرادته الظاهرية. وإرادته الباطنية سوف تطفئ بسب رغباته الشهواتية. وتقع مسؤلية التربية الروحية الصوفية للأطفال على الوالدين والأسرة. وهناك قيم التربية الروحية الصوفية للأطفال وهي: أولا، تعليم الأطفال أن يكون صوفيا من خلال استراتيجية ما. ثانيا، تأديب الطفل لإقامة الصلاة في الجماعة. ثالثا، استفادة الوقت. رابعا، تعليم حقيقة الأداة والغرض منها. وهناك عملية خاصة للآباء والأمهات في تنفيذ التربية الروحية وهي: الرضى لجميع حالةالطفل، ويدعو إليه في جميع الأوقات، والصوم والذكر،وصلاة التهجد والصداقة ليخضع  قلبه، وتوفير الغذاء حلالا طيبا. Abstrak: Pendidikan spiritual berbasis sufistik bagi anak usia dini sampai kapanpun menjadi sebuah keniscayaan. Tanpa pemberian pendidikan spiritual berbasis sufistik anak dipastikan akan tumbuh menjadi manusia yang sakit secara ruhani dan berdampak pada ketegangan jiwa, kekacauan berpikir, ketidakpekaan merasa, serta tumbuh menjadi pribadi yang egois, materialistis, individualistis serta pesimis. Hal itu disebabkan anak lebih mengedepankan kehendak nafsu, emosi, ego dan keinginan lahiriahnya saja. Sementara kehendak batin terpadamkan akibat tertutup oleh terpenuhinya keinginan nafsu secara bebas. Pendidikan spiritual berbasis sufistik bagi anak usia dini menjadi tanggung jawab pertama setiap orang tua dalam keluarga. Beberapa nilai pendidikan spiritual berbasis sufistik bagi anak usia dini yang dapat dikembangkan dalam keluarga diantaranya: pertama, mendidik anak berhati sufistik melalui cara-cara secara strategis. Kedua, mendisiplinkan anak menegakkan shalat berjama’ah. Ketiga, mengantisipasi jebakan waktu. Keempat, mengajarkan substansi alat dan tujuan. Beberapa bentuk ritualitas khusus yang harus dilakukan orang tua dalam mengimplementasikan pendidikan spiritual kepada anak dilakukan dengan: ridha terhadap kondisi setiap anak, mendoakan anak sepanjang waktu, berpuasa dan berdzikir untuk kebaikan anak, bertahajud dan bersedekah untuk menundukan hati anak, serta memberikan asupan makanan yang halal dan baik. Kata Kunci: Pendidikan Spiritual, Anak Usia Dini, Ajaran Sufistik.   
Keberhasilan Program Tahfidz Al-Qur'an Kejar Paket B Darul Qur'an Al-Karim Baturaden Banyumas T.A. 2018-2019 Safrudin Aziz
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v14i2.2162

Abstract

The study entitled The Success of the Tahfidz al-Qur'an Program on the Pursuit of Package B Daqu al-Karim Banyumas Baturraden is motivated by several things including: First, Tahfidz 30 juz program of the Pursuit of Package B Daqu al-Karim is the only flagship program in Banyumas Regency. Second, the success rate of the Tahfidz program reaches 82%. Thirdly, Daqu al-Karim's Tahfidz Package B program has an applicative curriculum that is arranged in a planned, measurable manner and takes into account the environment, culture, and conditions of the child. Data collection in this study using the method of observation, interviews and documentation. The data analysis is done through the process of data reduction, data display and drawing conclusions and verification.The results of this study indicate the success of the Tahfidz al-Qur'an program on the Pursuit of Package B Daqu al-Karim in the 2018-2019 school year was determined by the institution's vision policy and strengthening strategies implemented in the program: first, prepare the tahfidz curriculum applicatively. Second, tighten the selection of recruitment of teaching staff and prospective students. Third, strengthen the development of learning methods. Fourth, improve leadership quality. Fifth, create cooperation and agreement to approve the program. As well as the sixth, implementing program evaluation and control. The six strategies are synergized with each other and the implementation is evaluated based on the target targets that have been determined. Keywords: Tahfidz al-Qur'an, Pursue Package B, Non Formal Education.