Didi Dwi Krisnandi
Magister Teknik Mesin Universitas Diponegoro Jl.Prof. Sudarto, SH, Tembalang Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH BEBAN TERHADAP PERUBAHAN KOEFISIEN GESEK PADA ROLLING CONTACT DENGAN TRIBOMETER PIN- ON- DISC FASE RUNNING-IN Aan Burhanudin; Didi Dwi Krisnandi; Eko Armanto; Dian Prabowo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri dan rekayasa perancangan, tribologi merupakan salah satu ilmu penting yang pempunyai kontribusi efisien pada suatu komponen permesinan. Tribologi mempelajari tentang fenomena gesekan, keausan dan pelumasan pada dua buah benda yang saling berkontak. Hal tersebut berpengaruh terhadap umur pakai suatu komponen, khususnya yang bergerak pada kondisi cepat dengan tingkat pembebanan besar. Kontak permukaan suatu sistem permesinan dapat berupa sliding contact (kontak luncur) dan rolling contact (kontak mengelinding). Dalam rolling contact, para peneliti membagi keausan menjadi tiga fase yaitu: running-in, steady state, dan wear out. Pada kondisi running-in awal terjadi kontak sampai pada proses keausan steady state. Tanapan ini terjadi secara cepat dan mempunyai pengaruh terhadap kehandalan serta efisiensi suatu permesinan.  Penelitian ini menggunakan alat berupa pin-on-disc untuk mengukur perubahan  gaya gesek, koefisien gesek pada material kuningan, alumunium pada kondisi running-in. Material alumunium mempunyai H = 0.24 GPa, E = 75 GPa, v = 0.34, sedang untuk material kuningan mempunyai H = 1.8 GPa, E = 115 GPa, v = 0.35. Untuk kecepatan yang digunakan dengan kecepatan rendah antara 10 rpm, dimana proses running-in terjadi secara cepat, bola atau pin berupa baja dengan asumsi tidak mengalami keausan. Material bola berupa  baja krom dengan diameter 10 mm, H = 7.5 GPa, E = 430 GPa, v = 0.3. Dari hasil pengujian didapatkan gaya gesek yang timbul pada kuningan lebih besar dibanding dengan gaya gesek yang timbul pada alumunium. Demikian pula koefisien gesek pada kuningan lebih tinggi dibanding pada alumunium. Fase running-in yang terjadi pada kuningan lebih lama (± 340 second) dibanding fase running-in pada alumunium (± 210 second).